Madura

Plat-M “Selasah Ngangguy” Batik

Dari kiri: Wahyu, Taufiq, Fazza, Aries dan Afif, Nak-kanak Blogger yang pakai Batik setiap hari Selasa

Pengakuan Batik sebagai salah satu warisan budaya asli Indonesia oleh UNESCO membuat rakyat Indonesia di berbagai daerah terserang “penyakit” demam, tapi kali ini bukan demam panas tinggi atau demam yang lainnya, melainkan demam Batik menular dari Sabang sampai Merauke. Industri Batik yang sedikit mengalami penurunan, kini kembali bergairah. Semua daerah membangkitkan industri Batik khas daerah masing-masing seperti batik Sidoarjo, Pekalongan, sampai Batik Madura sekarang mulai diminati wisatawan.

Nak-kanak Blogger Bangkalan dalam hal ini tidak mau ketinggalan untuk “Menularkan” demam batik ini kepada semua teman kuliah ataupun teman kerja. Seperti teman-teman Blogger Mahasiswa Universitas Trunojoyo, mereka berinisitatif setiap hari selasa memakai Batik. Bukan hanya itu saja, mereka juga mengajak teman-teman yang lainnya untuk bersama-sama memakai Batik setiap hari Selasa. Gerakan ini di beri nama Selasah Ngangguy Batik”. Mungkin muncul pertanyaan “mengapa hari Selasa?, kok bukan hari Jum’at atau Sabtu saja?”. Pertanyaan itu banyak sekali yang menanyakannya. Alasannya adalah karena kalau gerakan ini diterapkan pada hari Jum’at, kebanyakan dari kita tidak ada jam kuliah, sehingga dimajukan hari Selasa.

Pemandangan setiap hari Selasa di Kampus sedikit berbeda ketika banyak dari teman-teman yang memakai Batik. Semakin hari semakin banyak yang memakai Batik karena tertarik dengan kekompakan Nak-kanak Blogger Bangkalan-Madura.

Sedangkan teman-teman yang lain yang belum tahu, mereka bertanya “mengapa semua pakai batik?”, pertanyaan itu menjadi senjata ampuh kita untuk mengajak memakai Batik setiap Selasa, kebanyakan mereka berjanji untuk Selasa yang akan datang akan memakai Batik, bahkan ada yang rela mengeluarkan uang sakunya untuk membeli Batik baru untuk meramaikan gerakan ini. Kabar terakhir menyebutkan ada juga beberapa dosen yang berniat untuk mengikuti gerakan ini dengan memakai Batik juga.

Semoga “penyakit” ini menular dengan cepat ke semua Mahasiswa dan masyarakat luas nantinya. Selain indah dipandang mata, kita juga turut meramaikan dan melestarikan warisan budaya asli buatan negeri sendiri Indonesia. It’s Batik Day..!