Pelajaran Agama Di Madrasah Diniyah

 Berita, Madura

Di Madura, barangkali tidak akan pernah kering dengan pelajaran agama terutama mereka yang tinggal di pedesaan. Di pulau ini, pelajaran agama seperti darah daging yang disampaikan oleh orang tua kepada anak-anaknya secara turun temurun. Hal ini dilakukan agar anak-anak mereka bisa memahami persoalan agama sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan dunia dan akhirat. Orang tua seringkali menyuruh anak-anak mereka untuk pergi mengaji ke surau. Mereka disuruh mengaji ilmu-ilmu akhlaq, aqidah dan fiqih.

Biasanya pembelajaran ini, berbasis di Madrasah Diniyah yang biasanya di mulai pada jam 15.00 sebagai pelajaran tambahan bagi anak-anak sepulang sekolah formal, khususnya bagi mereka yang bersekolah di Sekolah Dasar Negeri (SDN) ataupun yang sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI). Madrasah Diniyah adalah madrasah informal yang diterapkan di surau-surau atau di pesantren-pesan salaf yang mengutamakan pembelajaran agama seperti ilmu fiqh, nahwu dan sarraf.

Di Madrasah Diniyah ini, anak-anak biasanya diajarkan kitab-kitab dasar yang ada kaitannya dengan pelajaran akidah, akhlag hingga tata cara beribadah (figh) sebagai mata pelajaran utama. Metode pembelajaran ini, biasanya lebih mengutamakan sistem hafalan dan memahami apa yang disampaikan oleh guru dengan cara mendengarkan apa yang guru sampaikan kepada mereka. Asumsi saya, dengan pelajaran ini, maka nuansa untuk memperkenalkan pelajaran aqidah, akhlaq, dan fiqih bisa sampai kepada anak-anak dan akhirnya mereka memiliki pemahaman yang baik seputar ajaran agama islam serta memiliki keteguhan menjaga agama yang sedang mereka peluk.

@ahmadfendi1

Fendi Chovi

Author: 

Fendi Chovi, pewarta warga | hobi ngeblog | memiliki buku | aktif di komunitas blogger Plat-M, Madura. Menulis resensi buku, esai, catatan perjalanan dan puisi. Bisa dihubungi di akun twitter @fendichovi

Related Posts

Leave a Reply