Madura Pernah Melahirkan Tokoh Penting Bangsa Ini

 Madura, Sejarah

Madura merupakan pulau yang kaya akan kearifan lokal, baik itu budaya maupun keseharian masyarakatnya. Disamping kearifan lokal tersebut, Madura juga banyak melahirkan tokoh-tokoh penting bangsa ini. Beberapa diantara mereka ialah sebagai berikut:

Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD., S.H., S.U.
Lahir di Sampang, Madura, Jawa Timur 13 Mei 1957. Beliau pernah menjabat sebagai Ketua Mahkama Konstitusi periode 2008-2013, dan Hakim Konstitusi periode 2008-2013. Sebelumnya ia adalah anggota DPR dan Mentri Pertahanan pada Kabinet Persatuan Nasional. Sebelum diangkat sebagai Menteri, Ia adalah pengajar dan Guru Besar Hukum Tata Negara di Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta.

Hadi Poernomo
Lahir di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, 21 April 1947 beliau memulai kariernya sebagai pegawai negri sipil golongan II/a di kementrian keuangan indonesia ketika berusia 18 tahun, dan beliau juga banyak berkarir di Ditjen pajak mulai 1946-2000. Kemudian menjadi Direktur Jenderal Pajak dari tahun 2001 hingga 2006 dan ketua BPK pada tahun 2009-2014.

Abdul Halim Perdanakusuma
Lahir di Sampang, 18 November 1922 – meninggal di Malaysia, 14 Desember 1947. Beliau gugur dalam tugas saat perang melawan Belanda di Sumatra Halim Perdanakusuma dan Marsma Iswahyudi ditugaskan membeli perlengkapan senjata di Thailand dengan pesawat terbang. Namun saat perjalannan pulang pesawat itu jatuh di dan ditemukan di sebuah hutan berdekatan dengan kota Lumut, Perak, Malaysia dan penyebab jatuhnya pesawat tidak diketahui tim penyelamat hanya menemukan jasad Halim, sementara jasad Iswahyudi tidak diketemukan dan tidak diketahui nasibnya. Begitu juga dengan berbagai perlengkapan senjata api yang mereka beli.

Raden Trunojoyo
Beliau adalah bangsawan Madura yang bergelar Panembahan Maduretno (Madura, k.1649 – Payak, Bantul, 2 Januari 1680). Beliau membentuk laskar untuk memberontak terhadap pemerintahan Amangkurat I dan Amangkurat II dari Mataram. Akibat dari pemberontakan itu Amangkurat I terbunuh dalam pelariannya

Kiai Haji Alawy Muhammad
Kiai Haji Alawy Muhammad meninggal pada 9 November 2014, dan merupakan seorang ulama asal Madura. Beliau adalah pengasuh pondok pesantren, karena adiknya yang menjadi pengasuh meninggal di usia muda hingga akhirnya beliau diminta untuk menjadi pengasuh pondok pesantren. Tidak hanya menjadi pengasuh di pondok pesantren, beliau aktif di partai Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Kiai Haji Alawy Muhammad terkenal sangat memperjuangkan petani Sampang yang terdampak dalam pembangunan waduk Nipah.

Wardiman Djojonegoro
Lahir di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, 22 Juni 1934. Beliau adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada tahun 1993 hingga tahun 1998 di bawah pemerintahan Presiden Soeharto dalam Kabinet Pembangunan VI.

Jenderal TNI (Purn) Raden Hartono
Lahir di Pamekasan, Madura, 10 Juni 1941. Beliau adalah seorang purnawirawan Jenderal dari korps Kavaleri dengan pangkat angkatan tertinggi TNI Angkatan Darat, dan menjadi kepala staf Angkatan Darat. Beliau adalah pendiri partai Karya Peduli Bangsa dan menjadi Gubernur Lemhanas periode 1994 – 1995.

Jenderal Pol (Purn.) Roesmanhadi
Lahir di Madura, Jawa Timur, pada 5 Maret 1946. Berikut adalah jabatan lengkap beliau :
• Wakapolda Kalbar pada tahun 1991
• Wakapolda Jatim pada tahun 1992
• Kapolda Sumatera Utara pada tahun 1993
• Kapolda Jatim pada tahun 1995
• Demin Kapolri pada tahun 1996
• Staf Ahli Menhankam Bidang Kamtibmas pada 15 Oktober 1997.
• Kapolri periode 1998 sampai dengan 2000

Marsekal TNI (Purn.) Hanafie Asnan
Lahir di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, 7 November 1945 beliau adalah adalah Kepala Staf TNI Angkatan Udara Indonesia dari tahun 1998 sampai dengan tahun 2002. Pendidikan dalam negeri beliau antara lain :
• Lulusan Akademi Angkatan Udara pada 1969
• Pendidikan jenjang dan pengembangan Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (Sekkau) 1980
• Kursus Manajemen di Dephankam pada tahun 1992.

Tidak hanya didalam negeri, beliau juga banyak menempuh pendidikan  di luar negeri. Antara lain ialah sebagai berikut :
• Kursus Transisi dan Konversi beberapa jenis pesawat latih dan pesawat-pesawat tempur, Special Joint Warfare and Forward Air Control di RAAF (Royal Australia Air Force) pada tahun 1975
• A-4 Convertion and Instructor Pilot Course di New Zealand (RNZAF) pada tahun 1979
• Seskoau di Angkatan Udara Korea Selatan (ROKAF) pada tahun 1983
• International Defence and Management Course (IDMC) di Montrey,Amerika Serikat pada tahun 1987
• Royal College of Defence Studies (RCDA) di Inggris pada tahun 1993 dan Sistem Approach to Management (1995).

Related Posts

One Response

  1. Jeremiah26/08/2018 at 19:27Reply

    thank you for the comment

Leave a Reply