Bangkalan, Berita, Budaya, Event, Wisata

Karapan Sapi, Pesta Rakyat Madura

Banner Ucapan Selamat Datang

Karapan sapi hingga saat ini masih diminati oleh masyarakat Madura, baik yang tinggal di perkampungan maupun di perkotaan. Mulai dari anak -anak hingga dewasa serta orang tua yang sudah berusia udzur. Karapan sapi sudah menjadi bagian dari darah daging orang Madura. Wajarlah kalau karapan sapi menjadi semacam pesta rakyat.

Tarian Madura
Para Penonton
Interaksi Tarian
Interaksi Tarian
Interaksi Tarian Membentuk Lingkaran

Hingga saat ini, Kota Bangkalan sering mengadakan kompetisi karapan sapi bagi warga se tempat atau buat masyarakat diluar kota Bangkalan. Biasanya kegiatan ini diadakan setiap satu bulan sekali, salah satu penonton yang berasal dari kecamatan Tanah Merah Kabupaten Bangkalan mengungkapkan bahwa Mun kaule nonton neka ka angkui ngebur ate ben bes ngabes sape polana neka kan tengkuwan rakyat sappen bulen (artinya ” kalau saya menonton karapan sapi itu hanya untuk menghibur diri dan melihat jenis sapi karena ini merupakan tontonan rakyat.

Kemarin tanggal 27 Nopember 2011, DPP Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) menjadi tamu beserta para Turis Manca Negara yang kebanyakan dari Vietnam dan beberapa turis domestik datang untuk melihat karapan sapi. Kedatangan mereka disambut meriah melalui tarian -tarian Madura dari salah satu sekolah yang ada di Kota Bangkalan

Karapan sapi cukup menghibur bagi banyak orang sehingga masyarakat masih tertarik walaupun budaya ini sedikit banyak menyiksa sapi ketika sapi itu dikompetisikan karena untuk bisa berlari kencang harus dilukai bagian belakangnya tetapi hal itu lumrah dan cepat sembuh. Mengenai ini ada penonton yang berkomentar mengenai kedatangannya untuk menonton sapi karapan, menurutnya “ Manabi soal sape se e sake’e otabe elokai ka angkui cepat a lari neka soal se andi’ sape . kaule kun negku karapan sape (artinya : mengenai sapi yang disakiti atau dilukai agar cepat berlari ke finis itu persoalan yang memiliki sapi, saya hanya menjadi penonton)

Karapan sapi menarik karena memiliki keunikan dan berbeda dengan kompetisi yang lainnya. Menurut panitia kegiatan kompetisi ini, yaitu dari pihak pariwisata bahwa tujuan utamanya hanya untuk memperkenalkan kota Bangkalan dan kota yang lain di Pulau Madura, sehingga kehadiran Jembatan Suramadu bisa tambah meriah dengan kegiatan pesta rakyat ini. Pihak parawisata harus memperkenalkan kepada para turis, pengusaha maupun penghuni hotel berbintang tentang kearifan budaya local Madura. Sebelum kegiatan ini dimulai biasanya sapi di arak dengan musik saronen.

Pertunjukan sapi di iringi Saronen
Iringan Musik Saronen

Pengertian saronen menurut berita Koran Radar Madura dalam Lengleng Kecamatan (27/11/2011) dengan judul Sapi Unggul Diiringi Saronen. Musik ini dimainkan Sembilan orang, masing –masing memegang gong besar, kempul, kenong besar, kenong tengahan, kenong kecil, korca, gendang besar dan gendang dik duk. Saronen adalah salah satu musik penggiring sebelum acara karapan sapi dimulai. Musik ini bertujuan untuk memberikan semangat kepada sapi sebelum mengikuti perlombaan. (fd)

Persiapan sapi Sebelum diadu karapan
Sapi yang melaju dengan cepat
Sapi yang melaju dengan cepat
Sapi melaju di tengah lapangan
Sapi yang hampir di garis finis
Para tamu terhormat menikmati event Karapan Sapi
Sepasang Kerapan Sapi & Logo Plat-M.com
Sepasang Kerapan Sapi & Logo Plat-M.com