#WisataReligiMadura #1: Sembilangan dan Sara di Ujung Barat Madura

 Bangkalan, Madura, Wisata

Terkabung dalam sebuah jema’ah dhiba’an di tempat saya tinggal, memberikan kesempatan saya untuk wisata religi keliling Madura dari Bangkalan sampai Sumenep. Ini memang bukan pertama kalinya, tapi hal itu tidak membuat saya bosan. Terakhir saya keliling berziarah (Wisata Religi) di Madura adalah September 2007.

Rombongan akan bergerak dari ujung barat Madura melintasi pantai utara sampai ke Sumenep kemudian kembali lagi ke Bangkalan.

Tempat pertama yang dikunjungi jika rombongan wisata religi yang berangkat dari Kamal adalah Buju’ -Makam- Sembilangan. Sayang Buju’ ini tidak ada juru kuncinya, buku tentang silsilahnya-pun tidak bisa saya dapatkan. Namun salah satu keuntungan Buju’ ini adalah berada di dekat objek wisata menara mercusuar Bangkalan. Buju Bilangan -begitu masyarakat Bangkalan menyebutnya- ini berada di tengah kompleks pondok pesantren yang juga bernama pondok pesantren Sembilangan. Tempat ini hanya beberapa meter dari bibir pantai ujung barang pulau Madura. Menurut kabar yang saya dapatkan dari kawan satu rombongan, Buju’ ini ada hubungannya dengan Buju’ yang ada di Batu Ampar.

Buju Sembilangan ini berada di sebelah utara Masjid Pondok Sembilangan. Di kompleks pemakamannya ada pohon besar menjulang tinggi. Kalau dilihat umurnya sudah ratusan tahun. Seutas kain putih dengan bordiran huruf Arab bertuliskan Syekh H. Abd. Karim menutupi nisannya. Di dekat makam dibangun tempat untuk peziarah dengan kemarik putih lengkap dengan atap yang melindungi peziarah dari hujan. Di samping makam juga ada kolam yang sepertinya sudah sangat tua. Terlihat airnya sudah keruh dan tidak pernah digunakan lagi.

Buju’ yang sebenarnya punya sejarah tapi tidak terekam, waktu yang membuat saya tidak bisa berlama-lama bertanya kepada santri atau ustadz di sini tentang asal usul Buju’ Sembilangan ini.

Ke timur arah Buju’ ini, sekitar 20 menit perjalanan menggunakan mobil sampailah di Buju’ Sara. Kawasan ini sangat unik. Letaknya dikelilingi tambak yang sudah mengering karena memang masih berada di kawasan pesisir barat pulau Madura. Buju’ Sara ini mempunyai keunikan yang tidak ditemukan di Buju’ dimanapun. Di depan Buju ada sebuah gardu menjulang tinggi seperti untuk mengintai musuh. terbuat dari kayu yang masih kuat sampai sekarang. Di pintu gerbang terdapat patung Pancasila yang seolah menyambut peziarah yang memasuki kawasan ini, sebuah replika Ka’bah di tengah-tengah halaman, dua patung harimau dan meriam seperti penjaga kawasan ini dari serangan musuh.

Sayang tidak ada buku atau silsilah saat saya mendaftar ke juru kunci-nya yang juga menetap di kawasan ini. Di dalam ada tiga makam berjejer. Sebuah kaca hitam dengan tulisan Arab tertulis paling timur, Sayyid Abdullah di tengah ada makam Siti Maisyaroh dan paling kiri tertulis Sayyid Syarifudin. Di belakang makam ini ada sebuah batu yang konon digunakan untuk bertapa.

Buju’ Sara sering dikunjungi bersamaan setelah berziarah ke makam Syaichona Cholil.

— Bersambung —

Wahyu Alam

Author: 

moslem - blogger - traveler - founder of @plat_m - UTM lecturer - book reader - social media - #ihateLate - t: @wahyualam - b: wahyualam.com

Related Posts

6 Responses

  1. Rahardian15/08/2016 at 04:24Reply

    Buju’ Sembilangan berada pada tanah Hak milik kami, jika ingin tahu silsilah nya silakan hubungi kami sebelah barat Buju’ tersebut. Kiyai Abdul Karim tdk. Ada hubungannya dg Batu Ampar, yang ada hubungannya dg Batu Ampar adalah Mas Abdoel Kahir yg makamnya ada di sebelah selatannya Pohon Asam itu.. beliau yg keilmuannya dari Batu Ampar.

    • Wahyu Alam Author

      Wahyu Alam15/08/2016 at 05:07Reply

      Baik, terima kasih informasinya. Segera berkunjung ke sana untuk mendapatkan info yang lebih detail. 😉

  2. Rahardian23/07/2016 at 10:41Reply

    Spa bilang gk ada mas…. memang tidak dipublikasikan krn. Anda menemui orang-orang yang tdk mengetahui apapun tentang sejarah. Silsilahnya ada dan lengkap serta tersimpan rapi berbentuk buku dg tulisan warna keemasan. Disana ada keturunan R. Djoerit yg masih menyimpan semuanya dg rapi. Atau anda coba hubungi kandjenk RP. Moh. Hamed Mustari Cakraadiningrat di Bangkalan. Semuanya lengkap. Namun keturunannya memang tidak mau dieluk-eluk kan.

  3. Konten Positif01/08/2012 at 21:42Reply

    wah ini tempat wisata budaya religi yang patut dilestarikan dan tidak boleh musnah.

  4. Konten Positif01/08/2012 at 21:42Reply

    wah ini tempat wisata budaya religi yang patut dilestarikan dan tidak boleh musnah.

  5. Sang Pencetak Waliyullah dari Bangkalan | Nak-kanak Blogger Madura | PLAT-M25/07/2012 at 06:33Reply

    […] #WisataReligiMadura #1: Sembilangan dan Sara di Ujung Barat Madura 07.22.2012 | 0 […].

Leave a Reply

Buktikan kalau kamu adalah manusia! * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.