Wisata Religi Kota Sampang

 Sampang, Wisata

Kabupaten sampang mungkin sudah banyak terdengar belakangan ini berkat terkenalnya pesona air terjun toroan. Namun tahukah kamu? di sambang tidak hanya ada wisata alam lho. Sampang juga memiliki beberapa spot wisata religi yang ramai dikunjungi wisatawan. Diantaranya ialah sebagai berikut:

Hasil gambar untuk Rato Ebu (Ratu Ibu) Sampang

Rato Ebu (Ratu Ibu) Sampang

Situs komplek pemakamam Ratu Ibu yang terletak di Kampung Madegan, Kelurahan Polagan, Kec. Sampang Kota yang merupakan cikal bakal berdirinya kerajaan Sampang. Komplek makam terdapat sebuah bangunan gapura sebagai pintu masuk kompleks pemakaman para raja serta makam Ratu Ibu yang sangat dikeramatkan oleh warga setempat. Menurut data arkeologi dan pakar sejarah, pada daun pintu gapura paduraksa yang berada di komplek makam Ratu Ibu itu terdapat relief berupa seekor naga yang terpanah tembus sampai ekornya. Relief tersebut dinyatakan sebagai sangkala memet yang berbunyi naga kapanah titis ing midi. Itu berarti tahun 1546 caka (1624 masehi). Berdasarkan catatan sejarah, 1624 masehi merupakan peristiwa pengangkatan Raden Praseno sebagai raja Madura dengan gelar pangeran Cakraningrat I yang berkedudukan di kampung Madegan

Raden Praseno adalah anak dari Ratu Ibu dengan Pangeran Tengah yang gugur dalam peperangan ketika Praseno masih kecil. Pangeran Tengah adalah anak dari Panembahan Lemah Duwur, seorang raja yang berjasa meletakkan dasar-dasar kepemimpinan Islam di Madura, khususnya di Kabupaten Sampang. Dialah pendiri Masjid Madegan, satu-satunya bangunan di situs tersebut yang sampai saat ini masih terawat dengan baik. Masjid yang kabarnya tertua di Sampang itu memiliki keunikan, yaitu 4 tiang penyangga bangunan semuanya miring ke kiri. Meski warga setempat sudah bebebapa kali memperbaiki letak pilar penyangga yang terbuat dari kayu jati tersebut, tetapi tetap saja kembali dalam posisi semula. Masyarakat sekitar mempercayai akan kekeramatan masjid tersebut, sehingga tempat tersebut sering dijadikan sebagai ritual sumpah pocong. Pengunjung yang datang tidak hanya warga setempat, tapi dari luar Sampang bahkan luar Madura sering melakukan sumpah. Jika salah satu pihak yang bersengketa ternyata bersalah, kalau yakin akan meninggal atau bakal menemui musibah.

Hasil gambar untuk masjid agung sampang

Masjid Agung Kota Sampang

Masjid agung kota sampang merupakan sebuah masjid yang berada di tengah-tengah kota sampan yang tepatnya di jalan Pahlawan Sampang. Masjid Agung Sampang tentu menjadi simbol kebanggan bagi seluruh penduduk Kabupaten Sampang. Masjid yang memiliki kubah dengan ukuran besar tepat di sebelah tengah dan menara yang menjulang tinggi, menjadi salah satu tempat aktivitas keagamaan di kota Sampang. Masjid ini juga dapat menampung jama’ah hingga 10.000 orang.

Berada di tengah kota menjadikan masjid ini mudah dikunjungi oleh para wisatawan. Beberapa hal yang dapat membuat pengunjung takjub yaitu sebuah kubah berwarna hijau tua besar yang memiliki diameter 10meter yang dapat menjadi pusat perhatian para pengunjung yang melihatnya.

Desain depan masjid pun sangat sederhana dengan warna dominan putih. Sedangkan untuk pintu utamanya sebagai pintu masuk ruang utama terlihat sangat mempesona yang tebuat dari bahan kayu jati asli yang diukir sangat indah. Kesan tradisional tampak dari pintu dan jendela dari bahan kayu jati yang diukir terlihat menawan saat memasuki ruangan utama. Konsep ruangan tanpa tiang penyangga serta plafon yang telah menjulang tinggi juga mengikuti bentuk dari kubah utamanya yang dibiarkan polos. Hal ini menampilkan konstruksi besi sehingga terlihat modern. Inilah perpaduan yang kontras dan sangat bagus terlihat.

Bagian mihrab masjid menciptakan kesan megah karena penggunaan relief dengan bentuk tiang dari bahan batu alam serta adanya lukisan kaligrafi. Pemilihan warna cat krem muda di bagian dinding depan akan menghasilkan sebuah kemegahan sehingga tampil menawan saat dipandang.

Bagian luar dinding juga berpola ceruk terbuka. Dengan bagian bawah bangunan yang terlihat lowong tanpa adanya dinding pembatas serta menembus di ruang interior masjid. Hal tersebut menghasilkan penempatan ruang balkon yang mengelilingi ruangan masjid utama yang dibatasi dengan dinding dan juga pintu.

Hingga saat ini tidak ada yang bisa memastikan kapan Masjid Agung Sampang ini didirikan. Namun menurut beberapa sumber menyatakan bahwa pada tahun 1977 sempat ditemukan angka 1821 di salah satu sisi bangunan masjid. Darisana lah akhirnya bisa disimpulkan bahwa Masjid Agung Sampang ini dibangun pada tahun 1821 dengan nama Masjid Jami.

Hasil gambar untuk Makam Kyai Aji Gunung

Makam Kyai Aji Gunung

Kiai Aji Gunung merupakan salah satu ulama besar di Madura, sekaligus salah satu waliyullah akbar di pulau garam ini. Beliau merupakan salah satu ulama besar yang katanya telah menjadi guru ulaman sekaligus wali besar di Madura pula. Di antara santrinya yang terkenal ialah Kiai Agung Raba Pamekasan (Kiai Abdurrahman), Kiai Abdul ‘Allam Prajjan Sampang, dan Kiai Abdul Jabbar alias Buju’ Napo Omben, Sampang. Beliau juga merupakan tokoh ulama yang merupakan mata rantai sanad keilmuan agama Islam di Madura. Oleh karena itu, makam beliau banyak dikunjungi oleh wisatawan untuk berziarah.

Related Posts

Leave a Reply