#TellasanPetto: Topa (Jhenur vs Bhrembheng)

 Kuliner

ketupat_platm

Tellasan katopa’ atau umumya orang madura menyebut tellasan petto’ (Hari raya ketujuh) yaitu hari raya 7 hari setelah hari raya Idul Fitri.. Telasen katopa? (Hari raya ketupat) bukan berarti membawa ketupat ke Masjid untuk takbiran. Tapi tradisi di madura pada hari raya ini membuat katopa? (ketupat), sehingga hari raya ini orang madura menyebutnya Tellasan katopa?.

Katopa’ (ketupat) pada umumnya terbuat dari Jhenur (janur kuning) yang dibuat dengan bentuk yang sedemikian rupa sehingga terbentuklah katopa’ tojuk (Ketupat duduk), katopak bhebeng (ketupat bawang), dan sebagainya. Penulis sih juga bingung kenapa dinamakan katopa’ tojuk dan katopak bhebeng. Menurut kakek penulis sih dinamakan katopa’ tojuk karena ketupat itu bisa ditaruk dalam posisi duduk, dinamakan katopak bhebeng karena ketika digantung ketupat itu seperti bawang.

Selain terbuat dari jhenur, ketupat juga bisa dibuat dari daun bhrembheng (daun siwalan). Ketupat yang terbuat dari daun ini cukup menjadi pilihan bagi masyarakat. Buktinya, hampir seluruh warga di desa penulis sudah lebih memilih membuat ketupat menggunakan daun bhrembheng ini. Setiap hal atau barang pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Sama halnya dengan ketupat ini.

Dan kelebihan dan kekurangan dari ketupat yang terbuat dari jhenur vs ketupat yang terbuat dari daun bhrembheng berdasarkan hasil riset kecil bersama keluarga penulis sebagai berikut :

  1. Daun jhenur gampang di dapatkan ketimbang daun bhrembheng. Karena di Madura sendiri lebih banyak pohon kelapa dari pada pohon siwalan dan cara mengambilnya juga lebih sulit daun bhrembheng.
  2. Daun jhenur lebih lemas/lunak daripada daun bhrembheng. Sehingga cara pembuatan atau menganyamnya lebih gampang dan lebih cepat pakai jhenur.
  3. Proses pematangan lebih cepat ketupat yang terbuat dari jhenur, karena daun Bhrembheng lebih keras sehingga memakan waktu lebih lama.
  4. Tapi kalau masalah aroma, ketupat yang terbuat dari bhrembheng memiliki aroma yang khas ketimbang ketupat yang terbuat dari jhenur.
  5. Dari sisi ketahanan, ketupat dari bhrembheng lebih tahan (tidak basi) dari pada yang dari jhenur. Menurut pengamatan dan pengalaman penulis nih. Ketupat yang terbuat dari jhenur hanya bisa bertahan paling lama 2 hari. Tapi yang terbuat dari bhrembheng kadang sampai lima hari hari.

Nah, dari ulasan di atas, silahkan dipilih. Jika mau praktis buatlah ketupat dengan jhenur. Tapi jika ingin susah-susah sedikit dan mengingikan ketupat yang enak dan tahan lama buatlah ketupat dengan daun bhrembheng. (AF/WA)

By : @akhmadfaqih_

Author: 

Related Posts

One Response

  1. lidia19/10/2014 at 16:29Reply

    kak ijin share yooo :).

Leave a Reply

Buktikan kalau kamu adalah manusia! * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.