Tag Archives: Wisata Religi
#WisataReligiMadura #8 – Batu Ampar, Buju’ Tersohor di Pamekasan
Kondisi jalan akses menuju kompleks Batu Ampar pada sore hari
Perjalanan dari ujung timur Pulau Madura menuju kawasan Batu Ampar ini ditempuh dalam jangka waktu dua jam. Jalan akses menuju Batu Ampar tersendat karena macet. Beberapa bis...
#WisataReligiMadura 7 : Menyeberangi Selat, Ziarah Ke Makam Sayyid Yusuf
Menuruni bukit yang bersemayam Raja-Raja Sumenep. Bis membawa kami menuju ujung timur pulau Madura. Sebuah pelabuhan sederhana menyambut kedatangan kami. Dermaga ini menghubungkan pulau Madura dengan beberapa kepulauan di timur Madura. Setidaknya...
#WisataReligiMadura #6 : Asta Tinggi di Sumenep
Bis rombongan terus bergerak menuju ujung timur pulau Madura meninggalkan pesona buju’ Panaongan di daerah Pasongsongan. Jadwal selanjutnya adalah menuju makam para raja-raja Sumenep, Asta Tinggi. Dari daerah ini terlihat kabupaten Sumenep...
#WisataReligiMadura #5: Ditemukan Setelah Terkubur Ratusan Tahun
Meninggalkan Aer Mata yang berada di kecamatan Arosbaya, Bangkalan langsung menuju sisi utara Pulu Madura tepatnya di Pasongsongan, Sumenep.
Setidaknya butuh waktu tiga jam dari Arosbaya untuk menuju Buju Panaongan, Pasongsongan di Sumenep....
#WisataReligiMadura #4: Aer Mata, Makam Raja-Raja Bangkalan
Sekitar 30 menit perjalanan menyusuri indahnya pedalaman Bangkalan, rombongan bergerak ke kecamatan Arosbaya. Sebuah gerbang bercat putih bercat hitam berornamen khas Bangkalan, Madura dengan tulisan Aer Mata terpampang di hadapan ketika rombongan...
#WisataReligiMadura #3: Hutan di Atas Bukit
Sebuah makam penyebar agama Islam juga terdapat di kecamatan Geger, Bangkalan. Terletak di daerah pegunungan membuat suasana berbeda pada tempat yang satu ini. 40 menit perjalan dari Masjid Syaichona Cholil menuju ke timur tepat ke arah utara...
#WisataReligiMadura #1: Sembilangan dan Sara di Ujung Barat Madura
Terkabung dalam sebuah jema’ah dhiba’an di tempat saya tinggal, memberikan kesempatan saya untuk wisata religi keliling Madura dari Bangkalan sampai Sumenep. Ini memang bukan pertama kalinya, tapi hal itu tidak membuat saya bosan....
