Syekh Basyaniyah / Buju Tompeng (Buyut Tompeng)

 Pamekasan, Sejarah

Batu Ampar, Pamekasan

Putera kedua Syekh Abd. Mannan inilah yang terus mengikuti jejak ayahandanya. Beliau senang bertapa dan cenderung sekali menyendiri menjauhkan diri dari pergaulan dengan masyarakat banyak, oleh sebab itu perjalanan hidupnya tidak banyak diketahui orang dan tidak banyak memperlihatkan karomahnya dihadapan khalayak ramai. Ketertutupan kepribadian beliau semata-mata bertujuan untuk menjaga keturunannya kelak dikemudian hari agar menjadi insane yang kamil atau manusia yang sempurna dan sholeh melebihi diri beliau serta menjadi khalifah yang arif dimuka bumi.

Dalam menjalani hajatnya bertapa beliau memilih tempat disuatu perbukitan yang terkenal dengan nama GUNUNG TOMPENG yakni suatu bukit sepi sunyi yang penuh dengan tanda-tanda kebesaran Ilahi. Sehingga tepat sekali bila menjadi tempat untuk Hilawat/memasrahkan diri dan memohon petunjuk kepada Sang Kholiq. Bukit tersebut terletak kurang lebih 500 m arah Barat Daya (antara Barat-Selatan) dari Desa Batu Ampar.

Beliau wafat dengan meninggalkan seorang putera yang bernama SU’ADI atau terkenal dengan sebutan SYEKH ABU SYAMSUDDIN yang mendapatkan julukan BUJU’ LATTHONG?, sedang jenazah Syekh Basyaniyah dikebumikan berdekatan dengan Pusara Ayahanda dan sampai sekarang tempat beristirahatan itu terkenal dengan Buju’ Tompeng/ Buyut Tumpeng.

Sumber : Buku Riwayat Batu Ampar

Author: 

Related Posts

Leave a Reply

Buktikan kalau kamu adalah manusia! * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.