Sharing Komunitas Blogger dengan Peneliti

 Berita, Sosial

Pak Yanuar lagi memberikan kuliah pada teman-teman Blogger

Seorang dosen dan peneliti dari Manchester University mengajak komunitas blogger di Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk sharing bersama tentang peran komunitas dalam kehidupan sosial masyarakat menyikapi kemajuan teknologi. Sharing dilakukan di Basecamp Komunitas Blogger Bengawan – Solo yang diberi nama RBI (Rumah Blogger Indonesia) yang berada di Jl Apel III No.27, Jalan Adi Sucipto – Jejer – Solo

Wahyu (Klebun) dan Darul berangkat ke Solo memenuhi undangan tersebut. Selama berada disana utusan Plat-M menginap di RBI yang dilengkapi akses wifi gratis berkecepatan 1 Mbps. Konon katanya bandwith itu di dapat secara gratis dari salah satu operator ponsel terkemuka di Indonesia. Akses ini memudahkan teman kita untuk melakukan live report via social media seperti twitter, facebook, ataupun milist.

dari Solo untuk Manchester

Sekilas tentang profil peneliti yang datang, dia adalah Bapak Yanuar Nugroho, P.hD., yang berprofesi sebagai dosen sekaligus peneliti di kota Wayne Rooney tersebut. Sebelumnya pak Yanuar sudah banyak mengetahui tentang Plat-M, karena beliau sempat mewawancarai Pak Klebun via telpon akhir September lalu, dan pertemuan ini menindaklanjuti penelitian tersebut. Pak Yanuar hanya di beri waktu satu bulan oleh Universitas untuk mencari data penelitiannya di Indonesia. Waktu yang relatif singkat itu dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh putra asli Solo itu. Sebelum di Solo Beliau menuturkan bahwasannya sudah berkunjung di Aceh dan Bandung untuk mengamati geliat komunitas dan kehidupan masyarakatnya.

Hore! : Sharing sambil ngemil

Ada beberapa cerita lucu ketika beliau meneliti di dua kota tersebut salah satunya adalah gara-gara ponsel hutan jati jadi gundul. Agak aneh memang, tapi itulah kenyataan yang didapat ketika beliau meneliti bahwasannya para petani berbondong menebang pohon jati yang mereka tanam hanya untuk memberi ponsel. Lalu ada satu cerita lagi yang semua blogger yang hadir terpukau yaitu gara-gara ponsel tukang becak kehilangan pendapatan. Sampai begitu dampak negatif kemajuan teknologi bagi kehidupan sosial, para penarik becak sampai harus kehilangan mata pencariannya selama ini hanya gara-gara para penumpangnya lebih memilih minta dijemput yang di prosesnya dilakukan via sms. Itulah beberapa cerita beliau ketika berada ditengah-tengah para blogger yang hadir.

Setelah break shalat dan makan, pak Yanuar melanjutkan diskusi informalnya dengan para blogger yang diundang seperti Plat-M, Blogger Ngawi, Ponorogo, Malang, Magelang, Djogja dan Blogger Bengawan tentunya. Di pandu pakde Blontakpoer, para blogger yang hadir menceritakan tentang kehidupan masyarakat di daerahnya masing-masing, bagaimana pola pikir masyarakat atau pemuda di zaman sekarang yang dipermudah dengan adanya Internet, Social Media, Blog. Selain itu dibahas juga kira-kira apa penyebab sampai blogger sekarang malas menulis dan justru lebih aktif di social media. Dan bagaimana cara kita “mengobati” penyakit itu, sehingga para blogger kembali aktif menulis konten-konten positif. Semua daerah jawabannya beragam dan sangat menarik sekali.

Ketika semua sudah menjelaskan bagaimana peran dan dampak social media di daerah-daerah, tiba-tiba Pak Sapto yang dari tadi cuma memerhatikan kita berdiskusi angkat tangan dan mau memberi pendapatnya. Menurutnya di zaman sekarang kita tidak bisa memaksa orang untuk menulis, karena beban orang Indonesia sudah sangat berat dan kompleks. Dengan gaya kocaknya pak Sapto juga mengamati bahwa secara tidak sadar kita di paksa oleh Facebook untuk menulis di Facebook itu sendiri, hal ini bisa kita lihat kalau kita lihat halaman pertama Facebook ketika sudah login “pasti yang muncul pertama adalah Apa yang kamu pikirkan?, la wong saya gak mikir apa-apa malah ditanya apa yang kamu pikirkan!” . seontak, pernyataan itu membuat seluruh yang hadir tertawa. Pak Sapto yang juga berjasa atas adanya Rumah Blogger Indonesia ini juga berpendapat “Untuk apa banyak-banyak-an teman di Facebook, tetap aja mlarat!”. Begitulah gaya pak Sapto berpendapat dengan gaya kocaknya, Pak Yanuar-pun tertarik dengan pernyataan tersebut.

Foto bareng dulu, rek!

Di akhir sesi sharing ini, Pakde Blontank menyarankan agar semua komunitas yang hadir agar terus aktif dan berkarya dengan tulisan – tulisan positif, kalau perlu mengadakan temu blogger di masing-masing daerah. Sehingga geliat komunitas tetap terjaga dan para blogger kembali semangat menulis kembali. Selain itu, Pakde yang berprofesi sebagai wartawan salah satu koran harian di Jakarta itu menyarankan agar komunitas dapat memberi dampak positif bagi kehidupan masyarakat sosial di sekitarnya. Sehingga mereka terbantu dengan adanya komunitas ini.

Pertunjukan Wayang Komtemporer

Ketika sesi sharing sudah berakhir, pada malam harinya teman-teman Blogger Bengawan menyuguhkan penampilan wayang komtemporer yang dibawakan oleh sanggar Wayang Kampung Sebelah. Setelah memilih, menimbang dan akhirnya memutuskan bahwa skenario malam itu berjudul Tragedi jual beli mimpi.

Mulai pertunjukan

Sebelum di mulai pentas, mereka memberikan hiburan berupa atraksi memainkan musik dari barang-barang recyle seperti ember, piring, hingga kayu bekas, yang diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan bunyi dan alunan musik yang luar biasa. Yang memainkan-pun juga anak-anak muda Solo, ini membuktikan bahwa darah senimannya “mengalir deras” ke anak-anak Solo.

Setelah pentas dengan alat-alat musik dari barang recyle, Kampung Sebelah melanjutkan dengan mendendangkan beberapa lagu ciptaan sendiri yang mempunyai makna yang dalam sekali. Lagu ciptaanya tersebut menyindir kehidupan politik di negeri tercinta ini, berikut kutipan lagu yang berjugul Pemilu: “Rakyatnya remuk, pejabatnya dapat subsidi. Darah tinggi itu mengkudu obatnya, kamu janji mana buktinya?”, sedangkan kalau yang ini kutipan dari lagi yuang berjudul Babu: “kamu seperti babu, kerja belum genap seminggu, tapi kamu tanpa malu-malu sudah minta naik gajimu. Rakyat tak berdaya, tapi kamu kaya raya. Hidupmu serba ada, hidupku serba tidak ada”. Begitulah beberapa lagu yang sangat menarik dan mempunyai makna yang sangat dalam.

Mas Hasan (gundul) menyiapkan siaran streamingnya

Selesai cek sound-nya sekarang saatnya pertunjukan wayang yang ditayangkan secara streaming di live.bengawan.org itu dimulai. Ada menarik bila kita memperhatikan pertunjukan itu. Dalang yang memainkan wayang terlihat memakai laptop sebagai bantuan untuk pertunjukan ini. Hal ini menarik perhatian blogger yang hadir, termasuk mas Donny BU yang tidak henti memotret dari berbagai sudut yang menurutnya menarik untuk di potret. Awal ceritanya sangat menarik dan penuh dengan kritikan tentang kebijakan pemerintah dan pesan moral bagi masyarakat sosial. Semua orang di sekitar RBI hadir dan menyaksikan pertujukan. Lucu dan penuh pesan moral itulah di tangkap dari awal-awal cerita, tidak jarang dalang menyisipkan cerita dari sisi teknologi.

Tanpa persiapan, mas Donny disuruh "ceramah"

Semua yang hadir menjadi sangat terhibur, ditambah dengan backsound musik, menambah semarak pertunjukan itu. Tapi ada hal yang aneh ketika ceritanya berubah, kalau pada umumnya wayang selalu bercerita tentang kisah percintaan, kritik kebijakan pemerintah, sampai sejarah tokoh pewayangan di Indonesia. Tapi sekarang mulai bercerita tentang kehidupan teman-teman yang berkecimpung di dunia maya, sampai akhirnya tokoh wayangnya mengajak diskusi mas Donny BU, mas Donny-pun bingung dan surprise, tidak menyangka kalau dirinya masuk menjadi pemain dalam skenario yang dirancang khusus oleh Pak Blontank, kisah pewayangannya berubah menjadi diskusi tentang baik-buruknya Internet. Setelah mas Donny BU, skenario-pun berubah menjadi membahas tentang ponsel yang bisa menggundulkan hutan jati di Aceh dan mengakibatkan tukang becak kehilangan mata pencariannya. Pak Yanuar yang semula asyik menyaksikan, sekarang dipaksa berdialog dengan tokoh-tokoh wayang yang ada di depan, tidak hanya Mas Donny dan Pak Yanuar, tapi ketua Blogger Bengawan sampai Klebun Plat-M dipaksa untuk berdialog dengan Wayang. Suatu skenario yang sangat bagus, dan kreatif. Mungkin ini kali pertama bagi Mas Donny BU, Pak Yanuar, Mas Hassan (Ketua Blogger Bengawan) sampai Klebun Plat-M berdiskusi dalam bentuk pementasan wayang seperti itu. Pakde Blontankpoer-lah sutradara di balik ini semua.

Pak Yanuar pun jadi salah satu tokoh pewayangan

Klebun-pun tak luput jadi salah satu "aktor" pewayangan

Setelah berhasil membuat Mas Donny dan Pak Yanuar surprise, cerita wayang-pun berlanjut seperti semula, satu persatu tokoh dimainkan. Gelak tawa menghiasi malam di RBI kala itu. Sampai akhirnya menjelang tengah malam pagelaran-pun berakhir dan semua penonton kembali dengan sejuta kenangan di hati. Termasuk bagi Wahyu dan Darul. Jangan lupa sharing ke teman-teman yang lain juga ya! 😀

Wahyu Alam

Author: 

moslem - blogger - traveler - founder of @plat_m - UTM lecturer - book reader - social media - #ihateLate - t: @wahyualam - b: wahyualam.com

Related Posts

2 Responses

  1. Adinda Barbara06/10/2015 at 08:16Reply

    Hallo mas wahyu… Salam kenal yah :-).

  2. rotyyu19/10/2010 at 08:34Reply

    Sharing apaan? Itu si Mukhlas yutuban gitu kok…

Leave a Reply

Buktikan kalau kamu adalah manusia! * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.