Sehari Belajar Menulis Catatan Perjalanan

 Berita
M. Faizi Penyair Madura

M. Faizi, Penyair Madura

Komunitas Blogger Madura, Plat-M mengadakan sharing-sharing dan juga pelatihan cara menulis catatan perjalanan bersama M. Faizi.

Kehadiran M. Faizi, sebagai seorang penyair, penulis dan telah menulis beberapa buku di antaranya, kumpulan buku puisi, “Sareyang” (terbit 2005) serta “Rumah Bersama” (terbit 2007) ini cukup menarik bagi para peserta yang datang di Broadband Learning Center (BLC) Telkom Bangkalan. (08/09/13).

M. Faizi juga telah menulis catatan perjalanan dengan judul “Merentang Sajak MaduraJerman, Sebuah Catatan Perjalanan Ke Berlin” itu merupakan catatan perjalanan beliau sewaktu mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi negara Jerman dalam salah satu rangkain festival kegiatan kesusastraan. Melalui bukunya itu, beliau bercerita banyak hal, mulai keberangkatan beliau dari sumenep Madura menaiki bus Karina serta kemacematan yang dihadapi di ibu kota serta kegiatan-kegiatan lainnya di kota Jerman. Dengan berjuta pengalaman itu, apa yang disampaikannya tentang cara menulis perjalanan sungguh menarik bagi peserta yang datang.

Di awal presentasinya, beliau menyampaikan beberapa hal sebagai awal pembukaan untuk memasuki pembicaraan seputar cara menulis dan juga membuat catatan perjalanan kepada peserta. “menulis adalah cara berfikir melalui kata-kata.” Katanya.

Dia mencontohkan bahwa, seandainya saya adalah seorang programmer, maka pasti saya lebih berfikir mengenai kode-kode html, atau juga seandainya saya adalah seorang musisi, maka saya akan memikirkan dan berbicara banyak hal tentang nada-nada. Tetapi, saya adalah seorang penulis, maka saya pun berbicara banyak hal tentang kata-kata dan itulah bagian dari aktivitas saya sebagai seorang penulis.

Beliau juga menyampaikan, apa yang membuat kita sulit menulis?

Sebenarnya, menulis itu menjadi sulit karena kita sendiri. apalagi kalau kita takut dengan saran-saran bahwa menulis itu begini dan begitu. Ketika kita tidak menulis dengan saran begini dan begitu. Kemudian kita menjadi takut untuk menulis. Padahal, takut menulis dengan begini2 dan begitu akan menjadi ancaman serius bagi para penulis. Ujarnya di depan semua peserta.

“Untuk itu, agar gampang menulis maka kita harus menggunakan cara 5 w dan I H serta kita uraikan menjadi paragraph lalu kita susun dengan kalimat yang runtut.” M. Faizi juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk memilih jenis pembelajaran di ruang itu. Apakah ingin belajar menulis secara umum atau secara khusus? Beberapa orang mengajukan tangan dan menganjurkan untuk belajar menulis secara khusus saja yaitu belajar menulis catatan pejalanan.

Plat-M di BLC Bangkalan

Berfoto bersama M. Faizi

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat belajar menulis catatan perjalanan di jelaskan oleh M. Faizi salah satunya poin-pointnya adalah sebagai berikut :

  • Menulis catatan perjalanan, menuntut kita lebh cermat dan menangkap apa yang ada di lingkungan kita.
  • Mencermati setiap kegiatan di lingkungan melalui setiap tindakan yang dilakukan oleh seseorang, apakah ia memiliki kepekaan atau malah menjadi manusia enviromental incorrect yang hanya faham kepada suatu ilmu-ilmu tertentu.
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa kita menulis catatan perjalanan bukan tempatnya saja, tetapi juga awal-awal kita melakukan perjalanan penting untuk diperhatikan, dan mungkin ada hal unik yang layak ditangkap. Kecuali kalau ingin menulis catatan perjalanan dari perspektif berwisata, maka lingkungan semisal alamnya yang indah dan keramahan masyarakat lokal perlu juga untuk diperhatikan.
  • Menyisipkan unsur-unsur humanis dalam cerita perjalanan itu dan tulislah catatan perjalanan secara kronologis dengan detail yang baik dari cerita itu dimulai dan berakhir.
Fendi Chovi

Author: 

Fendi Chovi, senang menulis dan jalan-jalan. Pernah bekerja di korankabar.com Berkesempatan menghadiri ASEAN Blogger Festival dan sederet kegiatan blogger baik tingkat nasional dan daerah. Saat ini aktif di komunitas blogger Plat-M, Madura dan Komunitas Lintas Agama Young Interfaith Peacemakers Community Indonesia (YIPCI). Cita-citanya ingin punya karya yang diterbitkan Kompas Gramedia. Boleh berbagi di twitter @fendichovi Boleh berkunjung ke blog : mapping-map.blogspot.com

Related Posts

One Response

  1. sufyan03/10/2013 at 07:21Reply

    kok bukunya malah jadi ganjel proyektor tuh? #eh *salahfokus

Leave a Reply

Buktikan kalau kamu adalah manusia! * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.