Ringkasan Acara #NgompolBarengPamekasan Tentang Pendidikan Lintas Negara bersama Mo Awwanah

 Berita, Ngompol Bareng, Pamekasan

Temanya pendidikan. Komunitas blogger kok ngadakan acara bertema pendidikan? Ya, memangnya salahkah? Blogger dan pendidikan justru kaitannya sangat erat lho. Dari segi tulisan, blogger dengan pendidikan tinggi jelas akan memiliki kualitas tulisan lebih baik dari yang pendidikannya sedang-sedang saja. Apalagi jika ditanya pengalaman. Jelas yang sudah pendidikan lebih tinggi akan memiliki lebih banyak wawasan. Pendidikannya lintas negara lagi.

Nah, salah satu orang Madura yang sekarang sedang menempuh pendidikan tinggi di luar negeri itu ialah mbak Mo Awwanah. Beliau adalah orang asli Pamekasan yang sekarang sedang menempuh kuliah S3 di Universität Göttingen Jerman.

Mbak Mo Awwanah ini pula lah yang sudah bersedia menjadi pembicara, untuk membagikan pengalamannya ketika kuliah di luar negeri. Acara bertajuk #NgompolBareng ini di adakan di OTW Cafe, Kabupaten Pamekasan. Kurang lebih, ada sekitar 35 peserta yang hadir disana. Mereka berasal dari berbagai universitas di Pamekasan.

Sebagai tambahan info nih ya, mbak Mo Awwanah ini juga orang Pamekasan, aslih. Mbak Mo (sapaan akrabnya) kian bersemangat ketika tau bahwa dirinya akan berbagi pengalaman bersama anak-anak sesama Pamekasan. Karena selama ini, lebih sering diundang oleh orang-orang di luar Madura. Baru Plat-M yang membuat kesempatan ini menjadi nyata. Ya jelas, ini kan sesuai dengan visi misi Plat-M yakni Menduniakan Madura dan Edukasi Masyarakat.

Bahkan saking semangatnya, Mbak Mo sudah mulai bercerita panjang lebar setelah sesaat melakukan perkenalan diri. Sebenarnya sih, acaranya memang santai dengan model talkshow dan tanya jawab. Namun karena mbak Mo bercerita mulai dari sangat awal sekali, kita jadi seakan-akan sedang mendengarkan suatu kisah singkat perjalanan hidup seseorang.

Mbak Mo bilang, “Sebenarnya gen orang Madura itu sudah terlahir sebagai gen penjemput bola, gen perantau, jadi mereka punya daya adaptasi yang tinggi di tempat baru.”

Mbak Mo juga dulu sempat galau setelah S1 mau kemana. Apakah harus kerja atau kuliah. Dan ditengah kegalauan tersebut, Mbak Mo memilih mengabdikan dirinya untuk mengikuti program Indonesia Mengajar. Karena disana Mbak Mo merasa bahwa wawasan yang ia miliki masih kalah dengan teman-temannya, Mbak Mo memutuskan untuk melanjutkan kuliah S2. Itu pun tak tanggung-tanggung, ia langsung mempersiapkan dirinya untuk kuliah di luar negeri.

Beberapa tips dari Mbak Mo kepada peserta ialah, menyiapkan kemampuan bahasa asing (IELTS atau TOEFL) sebaik mungkin. Kalau bisa lebih dari satu bahasa. Kemudian juga berkas-berkas lain seperti ijazah dan transkrip nilai. Namun sebelum itu, kita harus tau bidang atau passion apa yang paling kita kuasai terlebih dahulu. Apakah itu matematika, biologi, kimia, fisika, sejarah, hukum, dan lain sebagainya.

Nah bila passion sudah ditentukan, barulah mulai cari kampus mana yang memiliki mata kuliah sesuai bidang minat kita. Carilah satu persatu di internet, negaranya, kunjungi websitenya, dan cobalah mendaftar. Baru nanti cari beasiswanya bisa menyusul.

“Pokonya coba aja dulu daftar. Perihal nanti ada kendala di bahasa Inggris, ataupun dana, nanti pasti ada solusinya. Intinya coba aja daftar melalui form yang tersedia secara online dulu. Biar kita tahu, di poin mana kekurangan yang kita miliki”.

Selain kemampuan bahasa asing dan kemauan untuk mencoba ada satu hal penting lagi yang harus dipersiapkan menurut Mbak Mo. Yakni Motivation Letter / Essai. Tulisan yang berisikan deskripsi tentang diri kita, kelebihan yang kita miliki, passion kita apa, kekurangan kita dimana, serta solusi dari kekurangan yang kita miliki itu apa. Mbak Mo sangat menekankan untuk jangan hanya menuliskan yang baik-baik saja, tapi juga kekurangan yang kita miliki. Berikut dengan solusi atau cara yang akan kita lakukan untuk menghilangkan kekurangan tersebut.

Mbak Mo menambahkan bahwa surat-surat lain yang biasanya juga diperlukan ialah surat rekomendasi dari orang terdekat seperti dosen, atau boss dari perusahaan tempat kamu bekerja.

Peserta dari Pamekasan pun sempat bertanya. Misalkan anak-anak lulusan dari universitas swasta yang kebanyakan ada di Pamekasan ini, apakah bisa mendapatkan menembus pendidikan tinggi ke luar negeri juga.

Dengan tegas Mbak Mo menjawab :

“Sangat BISA!!! Justru karena universitas kalian belum terlalu terkenal, kalian malah bisa menonjol di sana, dan menunjukkan kemampuan terbaik kalian. Universitas luar negeri malah tidak memandang latar belakang kampusmu, tapi lebih kepada skill dan kemampuanmu”.

Begitulah kira-kira ringkasan acara santai namun berbobot di sore hari itu. Masih banyak sebenarnya topik obrolan yang dibicarakan. Makanya, kalau ada acara seperti ini lagi, ikutan donk. Biar tau versi lengkapnya.

Tenang, insyaallah pasti akan ada lagi!

 

Facebook Mo Awwanah :

https://www.facebook.com/mo.awwanah

Author: 

Seorang mahasiswa yang suka ngeblog

Related Posts

Leave a Reply