Puisi: Surat Cinta Untuk Malam

 Berita, Sosial

SURAT CINTA UNTUK MALAM
(KARYA M. FAIZI)

Kilatan cahaya yang berpendar
redup dan berdenyar
seperti jantungku, mengatup dan mekar
perkenalkan, aku bernama malam

“Saya berdiri di bawah kubah langit
beradu pandang dengan polaris
zenit, inikah langit yang puitis?
langit ibarat yang tak tersingkap
sebagai ejaan di ujung abjad

“Baiklah, saya akan bergerak menjauh
untuk membuat kesimpulan lama perjalanan
tahun cahaya semesta dalam bola mata:
kesimpulan dalam pengandaian
sebab, tugas teori hanya untuk
meremajakan akal-pikiran
agar selalu salah
dalam mengambil keputusan benar

“Saya merancang sebuah kepastian
langkah tertatih: ujicoba dan praduga
sains, saya berjalan ke arahmu
yang benar dalam kesementaraan
dan salah dalam ketegangan”

Bintang-bintang di langit
alangkah indah cahaya
dari nadir menuju zenit
hanya sejengkal
kecil bukan pada wujud
tapi pada mata orang yang memandang

Engkau mendekat dalam teropong
tapi menjauh dalam pengertian
kita bergerak; mendekat-menjauh
berpikir dalam pengandaian
berkembang dalam ketakterjangkauan
entah di galaksi mana
kebenaran kita akan saling berpapasan

Mari kita terus beradu pandang
hingga kelak engkau dan aku sama-sama tahu
aku diciptakan untuk memahamimu
atau engkau diciptakan untuk menopang wujudku?

Bintang-bintang di langit malam
janganlah berkedip!
dan engkau tak berkesip
kalian, bermilyar-milyar mata memandang ke mari
tersenyum takjub memandang kami:
mengapa titik kecil yang berpikir itu
tak mampu mencari alasan
untuk apa gugusan cahaya raksasa ini dinyalakan

Pendar gugus bintang semesta raya
jika engkaulah alamat kebenaran
maka perkenankan,
sepanjang hidupku menjadi malam

14/08/2007

Wahyu Alam

Author: 

moslem - blogger - traveler - founder of @plat_m - UTM lecturer - book reader - social media - #ihateLate - t: @wahyualam - b: wahyualam.com

Related Posts

Leave a Reply

Buktikan kalau kamu adalah manusia! * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.