Pok-Kopok, Makhluk Pesugihan

 Sosial

<!–
@page { margin: 0.79in }
P { margin-bottom: 0.08in }
–>Pernah mendengar suara “pok, pok, pok” pada dini hari? Hati-hati, bisa jadi itu adalah pertanda akan ada yang berkurang dengan harta yang Anda miliki. Begitulah, orang Madura meyakini keberadaan makhluk jadi-jadian bernama Pok-kopok.

Pok-kopok adalah makhluk pesugihan. Ia hadir di rumah-rumah untuk menguras harta pemiliknya. Harta, tentu saja bukan hanya dalam bentuk uang, melainkan juga makanan pokok semisal jagung dan padi. Pok-kopok membawa apa saja untuk dipersembahkan kepada tuannya.

Di kalangan masyarakat Madura, berkembang persepsi bahwa Pok-kopok yang umumnya berpostur kecil memiliki kuping yang bisa menampung dua gantang jagung atau padi, masing-masing kuping memuat satu gantang.

Kelelawar Albino

Persepsi ini tentu saja ditolak oleh akal. Mana mungkin makhluk yang mungil bisa menampung sesuatu yang besar. Namun, apa boleh buat, makhluk aneh macam Pok-kopok berada di luar logika berpikir manusia. Ia hadir sebagai makhluk halus, namun bisa menjelma menjadi hewan yang tertangkap oleh panca indera. Bahkan, ia bisa ditangkap dengan cara-cara tertentu.

Banyak beredar cerita-cerita tentang penangkapan makhluk siluman ini, baik yang berhasil maupun gagal. Salah satu cara untuk menangkapnya yang umum dilakukan adalah dengan menggunakan sapu lidi. Si penangkap juga diharuskan telanjang ketika akan memburunya. Entah apa alasan mereka mensyaratkan seperti itu. Hal-hal macam begini kadang memang tak butuh alasan, apalagi yang masuk akal.

Biasanya, orang yang berhasil menangkap makhluk tersebut akan langsung membakarnya. Dengan cara demikian pok-kopok bisa mati. Diyakini pula, kalau sudah mati, akan ada seseorang yang datang. Tak lain ia adalah tuan si Pok-kopok. Orang tersebut akan meminta air kepada pembakar Pok-kopoknya. Kalau si pembakar berbaik hati memberikan minuman kepada orang tersebut, maka Pok-kopok itu akan hidup kembali.

Kalau tak ingin menangkap makhluk tersebut, orang sering hanya merapalkan semacam mantra pengusirnya, yaitu “pok-kopok taeh”. Mantra ini terlihat agak kurang enak didengar karena dalam bahasa Indonesia berarti “pok-kopok tahi”. Namun demikian, kalimat tersebut dipandang ampuh untuk mencegah hilangnya harta dari serangan Pok-kopok.

Mantra itu diulang berkali-kali hingga bunyi ?pok, pok, pok? hilang dari pendengaran. Barulah pada saat itu Pok-kopok hilang dari rumah kita.

Secara bentuk, Pok-kopok sangat mirip dengan kelelawar. Bahkan ada yang meyakini itu adalah kelelawar albino yang pernah ditemukan di Pulau Mindaro, Filipina. Berbeda dari warna umumnya kelelawar, ia berwarna oranye agak kecokelatan.

Author: 

Orang Sumenep, Madura | http://www.fahrur.com | @demokrozi |

Related Posts

Leave a Reply

Buktikan kalau kamu adalah manusia! * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.