Piala Presiden Untuk Karapan Sapi

 Bangkalan, Berita, Budaya, Event, Madura, Pengumuman

Seperti biasa, setiap ada pagelaran lomba karapan sapi, akan senantiasa diiringi dengan musik tradisional – di pulau Madura dikenal dengan tabbhuan serta diiringi oleh tarian-tarian lokal. Karapan sapi adalah kompetisi sapi yang dikarap di kepulauan Madura. Karapan sapi ini merupakan kompetisi menarik bagi masyarakat di kepulauan Madura. Dalam kata sambutannya,Wakil Gubernur Jawa Timur saat ini, Saifullah Yusuf yang akrab dipanggil Gus Ipul ini berkelakar sekaligus memberi pernyataan, “Tiada Madura tanpa Karapan Sapi. Dan Tiada Karapan Sapi tanpa Madura”. Ujarnya di depan para penonton yang begitu antusias untuk menonton karapan sapi tanpa kekerasan ini. (21/10/12).

Karapan sapi kali ini, bertempat di lapangan Skep kabupaten Bangkalan, sebelum lomba yang memperebutkan piala presiden ini dimulai, Bupati Bangkalan Bapak Fuad Amin juga memberikan sambutan dan mengharapkan agar acara berlangsung dengan lancar. Karapan sapi tanpa kekerasan ini sangat menarik untuk dilihat. Saat itu, udara sangat kurang bersahabat tetapi tidak menyurutkan niat para penonton untuk datang. Meskipun udara sangat panas.

Event karapan sapi ini memperebutkan mobil pick up dan lima motor. Kompetisi karapan sapi ini diikuti oleh 24 tim, dengan sapi yang tangguh dan terlatih untuk dikompetisikan. Lomba ini bukan saja tontonan meriah yang dihadiri berbagai lapisan masyarakat tetapi juga kompetisi yang membanggakan bagi para pecinta karapan sapi atau masyarakat yang ingin melihat beberapa sapi yang memiliki kecepatan berlari cepat. ternyata kecepatan Karapan Sapi Madura ini lebih cepat dari pelari no. 1 di dunia asal Jamaika, Usain Bolt. Dan lapangan Skep itu sendiri memiliki lintasan buat karapan sapi di Lapangan Skep ini sepanjang 160 M. Sapi kira-kira hanya butuh waktu 9,6 detik untuk melampauinya

Lapangan Skep yang terletak di Kelurahan Pejagan, adalah salah satu stadion yang kerapkali diadakan beberapa kompetisi karapan sapi setiap bulannya. Dan dari beberapa tim dengan sapi yang hebat-hebat itu, hanya diambil tiga pemenang yang berhak membawa pulang hadiah. Karapan sapi versi baru tanpa kekerasan ini menjadi salah satu media untuk menerapkan perlombaan karapan sapi yang lebih eksotis dan alami.

Pagelaran karapan sapi ini merupakan event yang pertama dilakukan di Kabupaten Bangkalan, yang juga memperebutkan piala presiden. Sapi–sapi tangguh itu berlari cepat menuju garis finis, para penonton bersorak-sorak sekaligus merasa kagum dengan sapi-sapi hebat itu. Masyarakat mematung di pinggir lapangan sambil mengelus-ngelus dada, melihat sapi-sapi dalam sekejap berlari kencang semisal angin berderu di tengah lapangan.

Seperti biasa, setiap ada pagelaran lomba karapan sapi, akan senantiasa diiringi dengan musik tradisional – di pulau Madura dikenal dengan tabbhuan serta diiringi oleh tarian-tarian lokal. Karapan sapi adalah kompetisi sapi yang dikarap di kepulauan Madura. Karapan sapi ini merupakan kompetisi menarik bagi masyarakat di kepualaun Madura. Dalam kata sambutannya,Wakil Gubernur Jawa Timur saat ini, Saifullah Yusuf yang akrab dipanggil Gus Ipul ini berkelakar sekaligus memberi pernyataan, “Tiada Madura tanpa Karapan Sapi. Dan Tiada Karapan Sapi tanpa Madura”. Ujarnya di depan para penonton yang begitu antusias untuk menonton karapan sapi tanpa kekerasan ini. (21/10/12).

Karapan sapi kali ini, bertempat di lapangan Skep kabupaten Bangkalan, sebelum lomba yang memperebutkan piala presiden ini dimulai, Bupati Bangkalan Bapak Fuad Amin juga memberikan sambutan dan mengharapkan agar acara berlangsung dengan lancar. Karapan sapi tanpa kekerasan ini sangat menarik untuk dilihat. Saat itu, udara sangat kurang bersahabat tetapi tidak menyurutkan niat para penonton untuk datang. Meskipun udara sangat panas.

Event karapan sapi ini memperebutkan mobil pick up dan lima motor. Kompetisi karapan sapi ini diikuti oleh 24 tim, dengan sapi yang tangguh dan terlatih untuk dikompetisikan. Lomba ini bukan saja tontonan meriah yang dihadiri berbagai lapisan masyarakat tetapi juga kompetisi yang membanggakan bagi para pecinta karapan sapi atau masyarakat yang ingin melihat beberapa sapi yang meliki kecepatan berlari cepat. ternyata kecepatan Karapan Sapi Madura ini lebih cepat dari pelari no. 1 di dunia asal Jamaika. Dan lapangan Skep itu sendiri memiliki lintasan buat karapan sapi di Lapangan Skep ini sepanjang 160 M. Sapi kira-kira hanya butuh waktu 9,6 detik untuk melampauinya

Lapangan Skep yang terletak di Kelurahan Pejagan, adalah salah satu stadion yang kerapkali diadakan beberapa kompetisi karapan sapi setiap bulannya. Dan dari beberapa tim dengan sapi yang hebat-hebat itu, hanya diambil tiga pemenang yang berhak membawa pulang hadiah. Karapan sapi versi baru tanpa kekerasan ini menjadi salah satu media untuk menerapkan perlombaan karapan sapi yang lebih eksotis dan alami.

Pagelaran karapan sapi ini merupakan event yang pertama dilakukan di Kabupaten Bangkalan, yang juga memperebutkan piala presiden. Sapi–sapi tangguh itu berlari cepat menuju garis finis, para penonton bersorak-sorak sekaligus merasa kagum dengan sapi-sapi hebat itu. Masyarakat mematung di pinggir lapangan sambil mengelus-ngelus dada, melihat sapi-sapi dalam sekejap berlari kencang semisal angin berderu di tengah lapangan.

Fendi Chovi

Author: 

Fendi Chovi, senang menulis dan jalan-jalan. Pernah bekerja di korankabar.com Berkesempatan menghadiri ASEAN Blogger Festival dan sederet kegiatan blogger baik tingkat nasional dan daerah. Saat ini aktif di komunitas blogger Plat-M, Madura dan Komunitas Lintas Agama Young Interfaith Peacemakers Community Indonesia (YIPCI). Cita-citanya ingin punya karya yang diterbitkan Kompas Gramedia. Boleh berbagi di twitter @fendichovi Boleh berkunjung ke blog : mapping-map.blogspot.com

Related Posts

Leave a Reply

Buktikan kalau kamu adalah manusia! * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.