#OleTakjil 2: Syahdu di Suramadu

 Berita, Sosial

Sore datang dengan cerah, lebih segar dari minggu lalu. Hari ini hujan membasahi Bangkalan dan menjadikan cuaca lebih sejuk. Butir air hujan masih terlihat dari ujung dedaunan. Awan putih menggembul saat rombongan Plat-M bersama-sama bergerak ke Suramadu.

Kami membawa menu dari Ole Olang Resto bersama, rombongan.

30 menit dari Bangkalan kami sampai di pintu gerbang Madura ini. Lalu lalang kendaraan menjadi teman Plat M menyiapkan semua perlengkapan: banner, nasi kotak dan takjil. Tidak lupa kami berfoto mengabadikan momen sederhana tapi bermakna luar biasa ini.

Waktu berbuka menyisakan 10 menit lagi. Sinar matahari sudah meredup, dan kami telah siap beraksi membagi-bagikan ta’jil.

Satu demi satu motor kami hentikan, satu demi satu kantong plastik berwarna oranye berisi ta’jil kami berikan. Senang rasanya melihat setiap senyuman mereka. Bahkan ada yang malu-malu mengucapkan terimakasih. Meski beberapa kali mendapatkan peringatan agar kita tidak terlalu ke selatan oleh petugas tapi tidak menghentikan kehebohan teman-teman Plat M beraksi untuk #OleTakjil.

Sisa separuh. Tak terasa. Maghrib sebentar lagi datang. Arus lalu lintas meningkat. Motor datang bergerombol. Kita kualahan dan bisa ditebak, ta’jil yang ada sekarang sudah ludes. Habis.

Lagi, senang rasanya melihat senyum mereka yang menerima ta’jil. Sekarang saatnya nak-kanak Plat M yang berbuka. Kami berkesiap. Mencari tempat. Membentuk lingkaran. Duduk sebentar dan adzanpun datang. Alhamdulillah, waktu berbuka puasa datang. Kami membuka bungkusan kurma, roti dan air mineral. Setelahnya kita khusyu makan nasi yang ada di stereoform dengan lauk ayam goreng lengkap dengan sambalnya.

Begitu istimewa. Semakin istimewa karena kami menyantapnya di depan suramadu. Angin laut semilir begitu terasa menusuk kulit kami. Hilir mudik kendaraan seolah menjadi iringan musik syahdu dari Suramadu. Kebersamaan, tawa dan canda keluar dari setiap bibir nak-kanak. Ditambah kekocakan si Darul memecah kekhusyukan buka puasa kami. Pohon cemara dengan daun tak begitu lebat menaungi kami yang berbentuk lingkaran makan bersama.

Wahyu Alam

Author: 

moslem - blogger - traveler - founder of @plat_m - UTM lecturer - book reader - social media - #ihateLate - t: @wahyualam - b: wahyualam.com

Related Posts

Leave a Reply

Buktikan kalau kamu adalah manusia! * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.