Nobar #TrilogiLinimassa Linimassa 3 di Madura

 Event
Linimassa 3 di Madura

Linimassa 3 di Madura

Madura menjadi satu dari 50 kota di Indonesia yang menyelenggarakan nonton bareng #TrilogiLinimassa3 yang diadakan serentak kemarin (1/2).

Bertempat di Perum IMC, gang AA/14, belasan teman-teman Plat-M berkumpul bersama ribuan pegiat sosial media di Indonesia untuk bersama menyaksikan bagaimana perjuangan masyarakat Indonesia melawan ketidakadilan lewat sebuah pergerakan memanfaatkan sosial media.

“Linimassa 3” adalah film dokumenter berdurasi sekitar 53 menit, yang merupakan kelanjutan dari Linimassa 1 (2011) dan Linimassa 2 (2012). Dalam keseluruhan seri film Linimassa, dikisahkan tentang masyarakat yang secara swadaya dan dalam keterbatasannya, berdjoeang menggunakan Internet dan media sosial untuk menjembatani dan/atau menginisiasi solusi atas problematika ekonomi, sosial dan budaya yang dihadapi/dialami sehari-hari.

Khusus Dalam Linimassa 3 ini, latar belakang kisahnya beragam, dari isu lingkungan, kemanusiaan hingga kondisi pasca konflik. Sebelum resmi dirilis ke publik, Linimassa 3 akan diputar secara terbatas (screening) di beberapa kota/komunitas. Info tentang Linimassa, dapat diakses di http://linimassa.org. Film ini diproduksi oleh: ICT Watch dan WatchdoC, 2013.

Sebelum menonton Linimassa 3, nak-kanak menyaksikan film dokumenter berdurasi 13 menit dengan judul Terpenjara di Udara. Film ini terinspirasi dari hasil riset. Penasaran?

“Terpenjara di Udara” adalah film pendek berdurasi sekitar 13 menit, berlandaskan hasil riset dari CIPG, Manchester University dan HIVOS terkini tentang penyalahgunaan frekuensi radio/televisi oleh para pemilik media besar. Frekuensi yang sejatinya adalah milik publik, alih-alih digunakan untuk melayani hak masyarakat atas informasi yang berkualitas, justru dipakai oleh pemilik media untuk kepentingan bisnis maupun politik. Informasi yang kemudian disodorkan kepada masyarakat, lantas menjadi homogen. Regulasi dan kebijakan pemerintah, hanya macan ompong. Dikisahkan pula tentang komunitas Radio Komunitas, dengan kondisi yang kian terdesak, tetap berdjoeang sekuat tenaga memberikan manfaat bagi masyarakat melalui informasi bernilai. Film ini diproduksi oleh: ICT Watch dan WatchdoC, 2013

Usai nonton, acara wajib dan super penting adalah foto-foto.

Wahyu Alam

Author: 

moslem - blogger - traveler - founder of @plat_m - UTM lecturer - book reader - social media - #ihateLate - t: @wahyualam - b: wahyualam.com

Related Posts

Leave a Reply

Buktikan kalau kamu adalah manusia! * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.