Nama Desa Unik di Madura

 Madura, Sejarah

Membahas Madura, rasanya tak akan ada habisnya. Bila hendak ditelusuri sedikit lebih mendalam, pulau yang katanya keras, panas, dan gersang ini ternyata punya banyak sekali keunikan di dalamnya. Salah satunya ialah nama-nama desa yang mungkin terdengan lucu atau bahkan menyeramkan bagi orang luar. Apakah nama-nama desa tersebut? penasaran? Yuk simak ulasan berikut ini :

 

Desa Bujur

Bujur adalah nama sebuah desa yang berada di Kecamatan Batu Marmar, Kabupaten Pamekasan.

Bujur terdiri dari tiga desa yaitu :

  • Bujur Tengah
  • Bujur Timur
  • Bujur Barat

Dalam bahasa Indonesia, “bujur” artinya panjang dari suatu bidang. Kita mungkin sudah terbiasa mendengar istilah “bujur sangkar” yaitu bidang yang memiliki sama sisi dan sama sudut.

 

Desa Montok

Montok merupakan sebua desa yang berada di Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan. Letaknya ke arah timur dari kota kabupaten.

“Montok” sendiri dalam bahasa Indonesia berarti gemuk berisi, gemuk padat, sintal dan sering dikaitkan dengan postur tubuh seorang perempuan.

Di desa tersebut terdapat sebuah destinasi wisata baru yaitu Pantai Talang Siring.

 

Desa Kolor

Kolor adalah nama sebuah desa di kecamatan Kota Sumenep. Letaknya ke arah selatan dari Taman Adipura Sumenep.

Asal mula nama desa Kolor diambil dari peperangan antara Raja Sumenep yaitu Jokotole dengan Dempo Abang raja dari Bali sekitar tahun 1312. Diketahui bahwasanya pangeran Jokotole memiliki kuda yang sangat sakti bernama Kuda Sumekar sedangkan Dempo Abang raja dari Bali memiliki perahu yang bisa terbang.

Setelah terjadi peperangan antara Pangeran Jokotole dengan Dempo Abang yang dimenangkan oleh Pangeran Jokotole. Kemudian perahu Dempo Abang di lempar ke suatu daerah. Karena tali /tampar perahu dempo abang sangat pendek dan tidak sampai ke bibir pantai maka tali tersebut disambung (istilah bahasa sumenepnya E OLOR) agar bisa sampai ke laut dan dijadikanlah nama daerah tersebut dengan nama Desa KOLOR.

Di desa kolor terdapat lima kampung/dusun yaitu :

  • Kampung manggaling
  • Kampung Kebbhun
  • Kampung Kotthe
  • Kampung Gudang
  • Kampung Labeng Seng

 

Desa Pocong

Pocong merupakan salah satu nama desa yang ada di Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan. Daerah ini mungkin sudah tidak asing di telinga warganet karena beberapa waktu lalu sudah menjadi viral di media sosial.

Suasana menyeramkan mungkin akan anda temui di desa ini. Sebab, sebagian besar wilayah desa yang berada di wilayah administrasi Kecamatan Tragah, Bangkalan ini masih berupa sawah dan lahan kosong yang ditumbuhi berbagai macam pohon. Sedangkan daerah perkampungannya berada di tengah persawahan, jauh dari jalan utama.

Beberapa rumor yang menyebutkan bahwa asal-muasal nama desa Pocong lekat dengan kejadian mistis. Dikisahkan, ketika desa ini masih berupa hutan belantara dan belum banyak penghuni, ada hantu pocong yang muncul setiap hari. Kejadian ini berlangsung selama 40 hari berturut-turut, sehingga desa ini kemudian diberi nama Desa Pocong. Namun kisah tersebut diragunakn kebenarannya.

Menurut Masduki, Carik Desa Pocong, para tetua desa tidak pernah menghubungkan sejarah desa dengan kehadiran hantu tersebut. Dari cerita lisan yang dikisahkan turun-temurun, konon, nama pocong diambil dari sebuah cerita munculnya sumber air pertama.

Seperti yang dikisahkan Dwi Ratno Varianto, guru SDN Pocong, dulu ada sebuah pohon pucang yang dari bawahnya keluar air. Dari hari ke hari, air tersebut tidak juga berhenti mengalir dan meluas, sampai akhirnya menjadi sumber air. Sumber tersebut kemudian dikenal dengan sebutan sumber pucang. Daerah sekitar sumber, dikenal dengan nama Desa Pucang.

“Awalnya disebut desa pucang. Lambat-laun, berubah menjadi pocong. Orang Madura, kan biasa begitu. Ambil mudahnya,” jelas warga asli Pocong ini sambal terkekeh.

 

Desa Toket

Toket adalah nama sebuah desa yang ada di Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan. Derah ini juga menjadi viral beberapa waktu lalu karena namanya yang unik di telinga masyarakat luar Madura. Tapi, bagi orang Madura itu mah biasa-biasa saja. Namun di desa ini merupakan tempat penghasil batik di Madura tepatnya di Kabuaten Pamekasan.

Gimana unik bukan? Yuk bantu Komunitas Blogger Madura untuk lebih mengenalkan madura lagi dengan share postingan ini.

Related Posts

Leave a Reply