Menikmati Malam Nisfu Syaaban

 Bangkalan, Berita, Madura, Pamekasan, Sampang, Sumenep

budaya_madura

Kemarin malam (24/6) merupakan malam Nisfu Syaaban. Malam pergantian catatan amal. Jika sebelumnya, perilaku kita buruk maka dengan adanya Nisfu Sya’ban ini kita diberi kesempatan untuk memperbaiki diri sehingga amal kita tampak baik di tahun-tahun berikutnya.

Di Madura, perayaan malam Nisfu Syaaban sangat ramai, terutama di Pesantren-Pesantren ataupun di Surau-Surau. Malam Nisfu Syaaban merupakan malam yang penuh nuansa keakraban. Biasanya, banyak teman-teman kita yang kemudian meminta maaf atas segala kesalahan maupun perbuatan buruk yang dilakukan sehingga mereka merasa perlu untuk meminta maaf kepada orang-orang yang pernah menjadi objek kejahatannya.

Terkait malam Nisfu Syaaban, beberapa ulama memberikan penjelasan dan fadilahnya bagi umat islam. Aisyah Ra. mengatakan bahwa Nabi SAW bersabda, “Jibril telah mendatangi aku dan berkata: Malam ini adalah malam Nisfu Syaaban. Pada malam itu Allah membebaskan hamba-hamba dari siksaan Api Neraka seramai bilangan kambing Bani Kalb (merentasi satu tempat) selama sebulan. pada malam itu Allah tidak menoleh kepada orang yang melakukan syirik, pengadu domba (kaki batu api), pemutus silaturrahim, penderhaka kepada kedua ibu bapa dan orang yang ketagih arak.”

Dari penjelasan di atas, maka pembaca akan mendapatkan gambaran bahwa malam tersebut bisa menjadi malam untuk mendekatkan diri kepada Allah dan juga melakukan amal-amal baik. Beberapa orang Madura mengatakan bahwa malam Nisfu Sya’ban merupakan malam untuk mengganti amal yang buruk menjadi baik atau amal yang baik menjadi lebih baik lagi.

Anak-anak yang merasakan hadirnya malam Nisfu Syaaban akan mendatangi orang tua dan guru-guru ngaji yaitu guru yang mengajarkan membaca al-quran untuk meminta maaf atas segala kesalahan ataupun perbuatan buruk yang mereka lakukan. Mereka meminta maaf sambil mencium tangan si orang tua dan guru tersebut.

Adanya malam Nisfu Syaaban memberikan kepada manusia yang lain untuk saling memaafkan dan belajar untuk mengganti semua perbuatan buruk menjadi perbuatan yang baik. sehingga perbuatan tersebut bisa menciptakan pribadi-pribadi yang baik di kemudian hari bukan pribadi yang bertambah buruk dari hari ke hari.

Twitter @ahmadfendi1

Fendi Chovi

Author: 

Fendi Chovi, senang menulis dan jalan-jalan. Pernah bekerja di korankabar.com Berkesempatan menghadiri ASEAN Blogger Festival dan sederet kegiatan blogger baik tingkat nasional dan daerah. Saat ini aktif di komunitas blogger Plat-M, Madura dan Komunitas Lintas Agama Young Interfaith Peacemakers Community Indonesia (YIPCI). Cita-citanya ingin punya karya yang diterbitkan Kompas Gramedia. Boleh berbagi di twitter @fendichovi

Boleh berkunjung ke blog : mapping-map.blogspot.com

Related Posts

Leave a Reply

Buktikan kalau kamu adalah manusia! * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.