Menikmati Cerita Rokat Pandhaba Melalui Pertunjukan Topeng Dalang

 Berita

Pertunjukan topeng dalang di Madura seringkali disertai dengan ritual rokat pandhaba.

Seperti yang digelar di Dusun Padaringan Barat, Desa Paberasan, Kecamatan Gapura, Sumenep.

Dalam pertunjukan topeng dalang ini, tuan rumah sekaligus menggelar hajatan rokat pandhaba. Untuk selamatan anak mereka.

Rokat Pandhaba adalah upacara pembebasan bagi seorang anak pandhaba dari segala nasib kurang baik yang akan menyertai hidupnya. Juga dari semua marabahaya yang akan mengganggu perjalanannya di dunia.
Biasanya, Rokat pandhaba itu digelar dalam pertunjukan topeng dalam jika sebuah keluarga memiliki anak laki dan perempuan yang sekaligus ingin dirokat.

Ciri-ciri keturunan yang bisa dianggap sebagai anak pandhaba itu yang mesti dirokat itu, yaitu :
Keturunan pertama, Pandhaba Macan (anak laki-laki atau perempuan tunggal). Keturunan kedua, pandhaba ontang anteng (tiga bersaudara satu anak laki-laki dua anak perempuan), keturunan ketiga, pandhaba panganten (dua bersaudara satu anak laki-laki satu anak perempuan). Keturunan keempat, pandhaba lema’ (lima bersaudara dengan jenis kelamin sama laki-laki atau perempuan).
Digelarnya Rokat Pandhaba ini, karena pandhaba diyakini sebagai silsilah negatif, tidak baik dan musuhnya baradakala. Sehingga perlu dirokat atau diruwat agar segala bentuk negatifnya bisa terbuang atau dihindarkan.
Pertunjukan topeng dalang adalah teater rakyat yang bisa dijadikan media rokat.
Terlebih, topeng dalang dianggap pertunjukan yang membawa pesan-pesan moral dan nilai-nilai, yang dijadikan hiburan oleh masyarakat.
Dalam rokat pandhaba, seorang dalang membawa cerita tentang seorang anak yang dikejar-kejar baradakala atau bethara kala.
Biasanya, adengannya dimulai dengan masuknya bethara kala hendak memangsa seorang anak pandhaba yang sedang bermain.
Namun, dalam perburuan memangsa ini, baradakala mengalami hambatan, mulai temali, saropong (alat peniup tungku yang terbuat dari ruas vambu ukuran kecil) dan rumah, (dalam adegan ini setiap dalang memiliki versi berbeda terkait hambatan itu).

Untuk itu, alangkah baiknya jika kita menontonnya langsung pertunjukan topeng dalang. Pastinya seru dan menghibur.

Ditulis oleh Fendi Chovi

Pertunjukan Topeng Dalang (fendichovi/plat-m)

* tulisan ini hasil konsultasi dengan tuan rumah, mas Slamet.

Fendi Chovi

Author: 

Fendi Chovi, pewarta warga | hobi ngeblog | memiliki buku | aktif di komunitas blogger Plat-M, Madura. Menulis resensi buku, esai, catatan perjalanan dan puisi. Bisa dihubungi di akun twitter @fendichovi

Related Posts

Leave a Reply