Mengenal sosok Sultan R. Abd. Kadirun (Raja ke-11 Bangkalan)

 Bangkalan, Madura, Sejarah
Masjid Agung Bangkalan

Masjid Agung Bangkalan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pada umumnya beliau disebut : Sultan R. Abd. Kadirun, walau dalam catatan sejarah Kerajaan Madura Barat Bangkalan, tertulis : Sultan R. Abd. Kadir Cakra Adiningrat II.

Beliau adalah Raja ke-11 dari urutan Raja-Raja yang memerintah Kerajaan Madura Barat sejak Rd. Pratanu Panembahan Lemah Duwur, naik tahta.

Putra ke-2,dari Sultan Abduh (Sultan R.Abdurrahman Cakra Adiningrat I), dari 13 bersaudara

Ibunya Rd. Ayu Saruni, Cucu Buyut dari R.Udagan (Pangeran Cakraningrat II), merupakan permaisuri ke-II Sultan Abduh.

Masa Pemerintahan beliau, berlangsung selama ±32 Tahun (1815-1847 M).

Hal istimewa dalam pemerintahan beliau adalah :
Dibukanya Masjid Kraton Bangkalan menjadi “Masjid untuk Rakyat”

Beliau mendasarkan sifat kepemimpinannya pada “Asta Brata” yaitu sifat-sifat yang harus dipunyai seorang pemimpin sudut pandang Budaya Jawa (Dikutip dari buku Sumarsaid Murtono) “Asta Brata” yang dimaksud adalah :

  1. Dermawan (Indra)
  2. Tegas (Yama)
  3. Ramah Tamah (Surya)
  4. Kasih Sayang (Candra)
  5. Teliti (Bayu)
  6. Pemberi Kegemberiaan (Kuwera)
  7. Cerdas (Baruna)
  8. Berani (Brahma)

Dalam memerintah beliau di damping seorang permaisuri (Garwa Padmi) yaitu : R. Ayu Masturah dan 7 orang selir (Garwa Ampiyan)

  1. Ratu Wetan (Rd.Ayu Saina)
  2. Nyai Jeno
  3. Nyai Jai
  4. R. Kenoko
  5. R. Citrowati
  6. R. Siya
  7. R. Ajeng Trisnowati

Dari ke-8 ini, diturunkan 46 Putra-Putri menurut catatan sejarah dari R. Zainal Fattah atau Rd. Tumenggung Ario Zainal Fatah Noto Adikusumo, Bupati Pamekasan.

Beliau Wafat pada hari Kamis Legi, 11 Syafar 1775 Tahun Jawa atau Tanggal 28 Januari 1847 M pada usia 69 tahun, Jenazah beliau dikebumikan di Pasarean Congkop belakang Masjid Agung kota Bangkalan.

Demikian sepintas kilas sejarah kepemerintahan beliau di Kesultanan Bangkalan.

Author: 

Blogger. Pine Tech Consultant. Mozilla Developer. Firefox Student Ambassadors. National Geographic Indonesia. Greenpeace Indonesia

Related Posts

Leave a Reply

Buktikan kalau kamu adalah manusia! * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.