Mendunia Lewat Game Save The Hamster

 Bangkalan, Berita, Kampus, Madura
Solite Studio saat berada di Rusia, Juni 2013

Solite Studio saat berada di Rusia, Juli 2013

Siang itu, Toni Wijaya salah satu anggota yang menangani bidang Graphic Designer tim solite studio baru pulang dari masjid dan kami sudah berjanji untuk berbincang-bincang seputar pengalaman yang baru didapatkannya dari Rusia, sehabis menjadi pemenang sebagai juara 2 kompetisi Imagine Cup 2013 Worldwide Finals di St. Petersburg, Russia tanggal 8- 12 Juli 2013. Kami bertemu di ruang Laboratorium Sistem Informasi UTM.

Pada kesempatan kali ini, Toni bercerita banyak hal sekaligus menjelaskan seputar Solite Studio. Menurutnya, “Solite studio yang saat ini menjadi branding mereka yang juga dicita-citakan menjadi perusahaan game yang bisa laris dipasaran. Solite studio diambil dari nama angkatan mereka sebagai mahasiswa di jurusan Teknik Informatika 2009 yaitu Soul Of Informatic Engineering (solite).”

Rencana Solite Studio ke depan tidak lain juga rencana kami berempat, sebagai salah satu tim dari Solite Studio adalah membuat perusahaan yang menangani masalah game dan memproduksinya sebagai sarana edukasi tidak hanya sebagai hiburan saja. Kami ingin dalam game kami adalah nilai-nilai edukasi yang ditanamkan kepada anak-anak bukan sekadar game untuk fun dan bersenang-senang. Ini kami lakukan agar kami bisa menularkan dampak positif bagi masyarakat khususnya orang Madura. kami lebih tertarik game ini bisa kami tawarkan dan kami produksi untuk pasar lokal.

Inspirasi kami membuat game ini juga tidak terlepaskan dari peran Asadullohil Ghalib Kubat yang kami lebih suka memanggilnya mas Ghalib saja, dan dari inisiatif mas Ghalib inilah kami pun ikut-ikutan lomba game salah satunya game kami yang diikutkan adalah game Sakera Math yang Alhamdulillah juga bisa membuahkan hasil yaitu kami bisa menjadi juara satu pada ajang Mobile Games Developer War 4 dan kami pun mendapat sebutan sebagai Rookie Game of The Year 2012.

Dan perlu diketahui bahwa sebelum kami mengikuti lomba game ini, kami paling suka ikut-ikut acara workshop dan seminar serta kegiatan-kegiatan pelatihan yang ada kaitannya dengan game dan ini kami lakukan agar kami bisa dapat banyak ilmu dan bisa kami terapkan nanti ketika menggarap game. Kami ikut acara-acara pelatihan di luar Madura dan kami mengikuti kegiatan tersebut dengan uang kami sendiri dan syukurlah usaha ini bisa memberikan jawaban yang indah dari tuhan.

Pada Game Sakera Math, kami sengaja menambahkan nilai-nilai edukasi berupa matematika di samping juga memperkenalkan wisata-wisata di Madura dari bangakalan, sampan, pamekasan hingga sumenep.

Hal-hal yang agak sulit membuat game di samping konten yang ingin disampaikan kepada para penikmat game salah satunya lagi adalah mencari nama game yang ingin kita buat atapun kita produksi. Awalnya, game save the hamster bernama save the ball dan save the mouse tetapi setelah kami berempat berdiskusi akhirnya kami menemukan nama yang lebih indah lagi yaitu save the hamster dan syukurlah nama ini kedengaran keren sekali.

Mungkin, hal yang perlu diambil sebagai pelajaran dari solite studio adalah ketika kita mengikuti kegiatan kita tidak harus menjadi minder. Ketika produk yang ingin kita tawarkan interested kepada para penikmat game maka dengan sendirinya kita akan dapat tempat di hati mereka darimanapun kita berasal sebagai pembuat game tersebut.

Pengalaman yang berharga bagi kami adalah kami bisa bertemu dengan banyak developer kelas dunia dan para investor asing yang juga hadir pada ajang kompetisi Imagine Cup 2013 Worldwide Finals kemarin.

Begitulah hal-hal yang mengenai Save The Hamster yang kemudian membuat nama mereka mendunia dengan game tersebut, sebagaimana juga diberitakan di harian Jawa Pos dengan judul “Dari bangkalan, jadi idola kontes teknologi Informasi (TI) International di Rusia”.

Itulah penjelasan dari Toni Wijaya, lelaki kelahiran bangkalan 26 Maret 1991 tersebut selaku anggota tim Solite Studio.

@ahmadfendi1 blogger, Anggota Komunitas Blogger Plat-M

Fendi Chovi

Author: 

Fendi Chovi, senang menulis dan jalan-jalan. Pernah bekerja di korankabar.com Berkesempatan menghadiri ASEAN Blogger Festival dan sederet kegiatan blogger baik tingkat nasional dan daerah. Saat ini aktif di komunitas blogger Plat-M, Madura dan Komunitas Lintas Agama Young Interfaith Peacemakers Community Indonesia (YIPCI). Cita-citanya ingin punya karya yang diterbitkan Kompas Gramedia. Boleh berbagi di twitter @fendichovi

Boleh berkunjung ke blog : mapping-map.blogspot.com

Related Posts

Leave a Reply

Buktikan kalau kamu adalah manusia! * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.