Kerrong Ka Nase’ Jagung, Gangan Maronggi

 Madura
gangan maronggi

Daun Kelor. (Sumber Foto: http://iswartirasjid.wordpress.com/)

Mungkin di antara teman-teman ada yang pernah mendengar kata-kata semacam ini, “Kerrong ka nase’ jagung ban gangan maronggi” (kangen nasi jagung dan kuah kelor). Ya, kata-kata seperti itu sering diungkapkan oleh para perantau yang jarang pulang kampung. Di era siber, kata-kata tersebut juga terkadang muncul dalam obrolan di jejaring sosial.

Dulu, nasi jagung adalah makanan pokok khas Madura karena jagung merupakan salah satu hasil tani masyarakat Pulau Garam ini. Namun, sekarang makin sedikit orang yang mengonsumsinya. Mereka lebih suka makan nasi putih (beras) meski kandungan gizinya sama-sama tinggi. Mungkin karena faktor tekstur beras yang lebih lembut ketimbang jagung ketika ditanak. Terkadang mereka juga mencampur keduanya yang lumrah disebut “nase’ sella”.

“Gangan maronggi” juga merupakan kuah khas Madura yang hingga kini masih tetap bertahan. Di pelosok-pelosok kampung di Sumenep, misalnya, kuah ini tetap menjadi favorit karena rasanya yang sesuai lidah mereka. Kuah kelor termasuk kuah lintas generasi. Ia hadir di meja makan orang Madura bertahun-tahun silam.

Mencari nasi jagung dan kuah kelor di luar Madura mungkin agak sulit. Dua makanan ini jarang menjadi makanan khas orang-orang di luar sana. Di Pulau Jawa, misalnya, makanan pokoknya adalah nasi putih, sementara daun kelor digunakan untuk bahan memandikan mayat. Karena itu, mereka tidak terbiasa mengonsumsi kuah daun kelor meski banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.

Mungkin karena sulitnya mencari dua makanan tersebut bagi perantauan Madura, lalu muncul ungkapan sebagaimana di awal tulisan ini. Mereka merindukan makanan khas kampung halamannya. Meski selera mereka dimanjakan oleh makanan khas masyarakat luar Madura, terbukti para perantau tersebut masih merindukan makanan ini.

Lebih dari itu, nasi jagung dan kuah kelor telah menjadi sebuah simbol bagi mereka yang rindu orang-orang tercinta di kampung halamannya.

Author: 

Orang Sumenep, Madura | http://www.fahrur.com | @demokrozi |

Related Posts

Leave a Reply

Buktikan kalau kamu adalah manusia! * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.