Kejutan Cetar Membahana dari Ole Olang Resto

 Kuliner

Nak-kanak Plat-M bersama pemilik Ole Olang, Pak Abi

Persis setelah event #karapansapi2013 usai, Nak-kanak Plat-M sedang santai di Masjid SMAN 4 Bangkalan. Tiba-tiba bukan panggilan telpon, bukan dering SMS melainkan push-up mention dari @abeeOleOlang yang merupakan owner resto Ole Olang mengajak Plat-M untuk makan malam di sana. Wah! tawaran menarik.

Tanpa berpikir njelimet, kami langsung capcus ke restoran yang terkenal dengan bebek blater-nya ini. Tidak banyak, hanya 12 nak-kanak Plat-M yang bergerak ke restoran yang terletak di daerah Jl. Raya Ketengan, Bangkalan.

Sampai di restoran yang semua furniture-nya ala Madura ini kami disambut pemilik restoran Pak Abi. Beliau sangat ramah, dan bahkan rela meluangkan waktu istirahatnya, dari kediamannya datang ke restoran demi menyambut kami. Sambil menunggu menu yang datang, beliau bercerita awalmula restoran ini. Ternyata, dulu awalnya, restoran ini lebih spesifik ke ikan bakar, bahkan logo Ole Olang itu-pun kental dengan logo ikan.

Awalnya berada di pedalaman kota Bangkalan, sekarang sudah mentereng di pinggir jalan. Semua orang yang melintas sudah pasti tahu bahwa Ole Olang merupakan satu dari sekian restoran unik di Madura, Bangkalan pada khususnya. Betapa tidak, restoran ini memberikan jaminan cash back warranty. Tidak enak, tidak usah bayar! Nah, loh! dijamin kan rasa dan kualitas dari masakan dari restoran ini.

Bebek Cetar Membahana Khas Ole-Olang Resto

Foto by: Slametux

Menu pembuka, kami disuguhkan es Ole Olang. Es racikan sendiri sendiri begitu segar. Terbuat dari jeruk nipis dicampur dengan susu. Tidak lama menu utama datang. Sempat kaget. Bukan lagi bebek blater, tetapi sekarang ada menu baru yaitu bebek cetar membahana.

Makanan ini sungguh berbeda, seleraku tertantang untuk menghabiskan dua wadah nasi yang terbuat dari jalinan bambu itu. Rasa pedas yang mengalirkan bau sedap dan renyahnya bebek yang enak dinikmati, adalah salah satu penilaian lain dari makanan itu. – @ahmadfendi1

masakannya tidak di Presto, akan tetapi dimasak biasa dengan waktu yang cukup lama agar tekstur dari daging bebek sendiri menjadi empuk meskipun tanpa dipresto. Biasanya apabila untuk mendapatkan tekstur dari daging dan tulang yang empuk harus di presto, tapi yang ini nggak. Malah dimasak biasa, dan tentunya membutuhkan waktu yang lebih lama. Namun hasilnya gak jauh beda, dagingnya sama-sama empuk. – @slametux

 

Wahyu Alam

Author: 

moslem - blogger - traveler - founder of @plat_m - UTM lecturer - book reader - social media - #ihateLate - t: @wahyualam - b: wahyualam.com

Related Posts

Leave a Reply

Buktikan kalau kamu adalah manusia! * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.