Kamus Madura

Kamus Bahasa Madura

 

Judul: KAMUS LENGKAP BAHASA MADURA – INDONESIA
Penulis: Adrian Pawitra
Penerbit: Dian Rakyat
Jumlah Halaman: 743 Halaman
Harga: Rp. 200.000

Ketersediaan: READY STOK

Pemesanan:
No. HP: 085655449777
E-Mail: [email protected]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KAMUS LENGKAP BAHASA MADURA – INDONESIA

Bahasa Madura (BM) adalah salah satu kekayaan budaya bahasa dari 726 (tujuh ratus dua puluh enam) bahasa daerah yang ada di Indonesia. Data penelitian menunjukkan bahwa BM yang masuk dalam kelompok bahasa Melayu – Polinesia merupakan bahasa daerah ke-empat yang digunakan sekitar 15 (lima belas) juta masyarakat atau komunitas Madura, setelah bahasa Indonesia (sebagai bahasa persatuan), bahasa Jawa (umumnya digunakan masyarakat Wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur), dan bahasa Sunda (yang digunakan masyarakat wilayah Jawa Barat). Seperti diketahui, masyarakat pengguna BM tidak hanya yang tinggal di Pulau Madura yang memiliki luas sekitar 4.250 Km2, tapi juga oleh warga madura perantau yang menyebar di Berbagai wilayah Indonesia, bahkan komunitas Madura yang ada di beberapa negara luar Indonesia seperti di kawasan Timur Tengah, misalnya.

Sebagaimana bahasa daerah lain di Indonesia, BM pun mengenal “tingkatan” dalam penggunaannya, seperti “bahasa kasar”, “bahasa pertengahan” dan “bahasa halus”. Ukuran kasar, pertengahan dan halus umumnya mengacu kepada “dengan siapa” dan “dalam kesempatan apa” pembicaraan dilakukan. Tidak dapat dipungkiri bahwa untuk wilayah madura yang terdiri dari empat kabupaten (Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep), diakui secara umum bahwa wilayah timur Pulau Madura dan khususnya Sumenep merupakan wilayah pengguna BM halus. Kenyataan ini berelasi langsung dengan bukti sejarah yang menunjukkan bahwa letak istana dan makam-makam “raja” serta “bangsawan” Madura memang berada di wilayah tersebut. dan kini jadi bahan acuan dalam kurikulum pengajaran bahasa di sekolah sejak tingkat SD, SMP hingga SMA.

Kamus BM ini yang terdiri dari sekitar 10.000-an (sepuluh ribu-an) kata, disusun dengan mengacu pada peraturan Ejaan Madura Tepat Ucap (EMTU) yang disusun oleh Muhammad Irsyad, dkk pada tahun 1998, yang kemudian mengalami penyempurnaan pada tahun 2004. Dijelaskan pula bahwa sebenarnya BM asli punya keunikan yang tidak dimiliki bahasa-bahasa daerah lain di Indonesia, yaitu adanya fonem-fonem yang “beraspirat” yaitu dihembuskan dalam pengucapannya, tidak mengenal kata ganti orang ketiga, mempunyai fungsi morfem “Tang” dan “a”, dan fungsi prefik “e”. Namun selanjutnya, dalam EMTU, fonem-fonem beraspirat dihilangkan. Selain itu, penyusunan kamus ini disertai pula petunjuk cara pengucapan yang dapat dipelajari orang luar yang ingin mempelajari BM, sekaligus bisa dimanfaatkan pengguna BM untuk lebih memperdalam serta menelusuri karya-karya tulis/sastra yang dihasilkan oleh pada mendahulu masyarakat Madura.