Ibu, Adalah Bidadari yang Berselendang Bianglala

 Berita, Madura

Oleh : fendi

 

Ada kisah menarik mengenai seorang pemuda di pedalaman dusun di Madura. Pemuda itu setiap hari bekerja menjadi nelayan, setiap orang akan mengerti bahwa menjadi nelayan bukanlah pekerjaan yang gampang, maka tepatlah kalau seorang nelayan itu identik dengan orang “berbantal ombak berselimut angin”

Malam itu, dia melaut untuk mencukupi kebutuhan anak dan istrinya, tetapi sore hari dia dikabarkan belum datang, semua tetangga dan keluarga merasa cemas bahkan ketika teman –teman yang lainnya datang. Dia juga masih belum datang. Lalu kabar yang datang kemudian “ dia tenggelam di laut, dan untungnya tubuhnya ditemukan oleh sesama pelaut yang kebetulan mencarinya di tengah besarnya ombak dan angin yang berkejaran.

Setelah beberapa hari, ibunya menuturkan bahwa dirinya pernah sakit hati dengan olah anaknya yang lebih sibuk mencari nafkah padahal saat itu ditempat orang tuanya ada hajatan buat mengundang sanak keluarga,. Ibunya pernah mendoakan agar dia tidak selamat, sehingga tuhan menjawabnya dengan kematian di depan mata ibu itu sendiri

Kisah di atas adalah gambaran bagaimana seorang ibu yang baik akan mengalirkan doa yang kemungkinan menjadi keselamatan maupun keburukan.

Ibuku adalah Surgaku

Judul di atas adalah penggalan dari salah satu puisi, D. zawawi imron,  salah seorang penyair  kebanggaan Madura dengan judul “ ibu” .

ibu merupakan sosok yang menginspirasi semua orang. Dari bentangan padang pasir kita mengenal kisah al-qamah yang merasa kesulitan ketika Sakaratul Maut karena pernah menyakiti ibunya. Di negeri Indonesia sendiri, kita mengenal cerita Maling Kundang, semua adalah korban dari sikapnya yang kurang bersahabat dengan titah seorang ibu.

Mengapa seorang ibu perlu diistimewakan?

Tauladan dan pengemban risalah islam, nabi Muhammad juga mengistimewakan seorang ibu, beliau sampai menyebutnya sebanyak 3 kali, sebelum menyebut sosok seorang ayah.

Barangkali seorang ibu di istimewakan sebanding dengan perjuangan dan usaha melahirkan dan menjaga seorang anak sehingga bisa lahir dengan selamat ke dunia ini, dan seorang ibu barangkali memiliki beban yang tidak ringan, sehingga ibulah yang lebih dihargai dan dicintai.

Karena itu, maka setiap tanggal 22 Desember di peringati hari ibu. Hari dimana seorang ibu menjadi sosok inspiratif dan menjadi motivasi kesuksesan seorang anak.

Di sini, saya akan mengutip ungkapan seorang ibu sehingga membuat anaknya sukses luar biasa sehingga namanya dikenang oleh generasi sesudahnya. Inilah ungkapan itu “

Anakku, bagiku engkau adalah seorang pemenang. Engkau adalah sosok luar biasa. Tidaklah pantas dan takut menghadapi hidup ini, sebelum engkau terlahir, engkau merupakan jutaan embrio yang berusaha memasuki ruang sehingga mampu menjadi sosok yang akan terlahir melalui rahimku, dan dari ribuan embrio itu, hanyalah engkau yang berhasil. Maka, bagiku engkau adalah pemenang yang sebenarnya. Menangkanlah pertarungan hidup ini.

Ungkapan itulah yang terbenak di dalam jiwa Thomas A. Edition sehingga mampu menciptakan lampu pijar walaupun berkali-kali telah gagal namun dia tetap berusaha sehingga dunia menjadi penuh dengan gemerlapan cahaya..

Bahkan di salah satu sajaknya, W.S. Rendra mengisahkan seorang ibu yang memiliki anak yang suka membunuh orang lain. ibu itu  seraya berujar

ibunya yang tua menunggu di dangau

Kalau ia haus darah manusia, mengapa tidak meminum darah ibunya

keren bukan, betapa besar dan betapa sosok seorang ibu penuh dengan segudang cinta buat keselamatan dan kebahagiaan seorang anak

Maka, tidaklah heran juga kalau D.Zawawi Imron menutup puisinya dengan ungkapan seperti ini

Ibulah itu, adalah bidadari yang berselendang bianglala

Sesekali dating padaku

Menyuruhku menulis langit biru dengan sajakku

Hari ibu seharusnya menjadi momen bagaimana kita mengekpresikan cinta dan kasih sayang melalui sikap bermoral kepada orang tua dan berusaha lebih kreatif dan madiri sehingga tidak tergantung kepada orang tua. Dan mampu memberikan keteduhan kepada seorang ibu. Dengan cara itu, maka hamparan doa seorang ibu akan menjadi peta  keselamatan kehidupan ini dan tidak menjadi petaka untuk kehidupan kita di masa mendatang. Selamat hari ibu, tak iye !

Fendi Chovi

Author: 

Fendi Chovi, senang menulis dan jalan-jalan. Pernah bekerja di korankabar.com Berkesempatan menghadiri ASEAN Blogger Festival dan sederet kegiatan blogger baik tingkat nasional dan daerah. Saat ini aktif di komunitas blogger Plat-M, Madura dan Komunitas Lintas Agama Young Interfaith Peacemakers Community Indonesia (YIPCI). Cita-citanya ingin punya karya yang diterbitkan Kompas Gramedia. Boleh berbagi di twitter @fendichovi Boleh berkunjung ke blog : mapping-map.blogspot.com

Related Posts

2 Responses

  1. drg.nella23/12/2011 at 14:11Reply

    subhanalloh.. terharu melihat perjuangan ibu ini, dan ibu-ibu di seluruh dunia juga pasti berjuang untuk keluarganya.. selamat hari ibu tretans..

  2. SlameTux21/12/2011 at 19:29Reply

    aku belum posting mengenai hari ibu, mudah-mudahan ntar malam dapat inspirasi mengenai hal itu…

Leave a Reply

Buktikan kalau kamu adalah manusia! * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.