Bulan Ramadhan di Madura

 Budaya, Sumenep
Sumber foto: http://www.republika.co.id/

Sumber foto: http://www.republika.co.id/

Bulan Ramadhan telah tiba kembali. Alhamdulillah, umur kita masih dipanjangkan oleh Allah sehingga bisa menikmati bulan penuh berkah ini.

Apa yang berubah dari tradisi di bulan ini di Madura? Tentu banyak. Namun, pada hal-hal tertentu masih seperti yang sudah-sudah. Misalnya soal nyare malem atau ngabuburit. Tradisi ini masih tetap dilestarikan hingga sekarang. Ada pula bagi-bagi takjil, menyulut petasan, main layangan dan sebagainya. Hal-hal seperti itu dilakukan untuk menyambut berkumandangnya bedug maghrib. Mungkin sebagai pengalihan dari letih dan lapar. Mungkin pula sebagai relaksasi.

Kalau Pemilihan Presiden (Pilpres)? Nah, ini yang membedakannya dari Ramadhan tahun kemarin. Hiruk-pikuk Pilpres tentu saja membawa warna baru dalam kehidupan masyarakat Madura, utamanya pada bulan Ramadhan kali ini. Fenomena Pemilihan Legislatif (pileg) maupun Pilpres memang menarik karena ada saja hal-hal baru menyangkut tren, budaya, maupun kelucuan-kelucuan yang ditimbulkannya. Insya Allah saya akan menuliskannya dalam kesempatan yang lain.

Oya, tradisi yang juga masih lestari di bulan suci ini adalah tong-tong. Tong-tong merupakan alat bebunyian yang biasanya dibuat dari bambu dengan melubangi bagian sampingnya. Ada pula yang membikinnya dari batok siwalan yang sudah tua. Musik tradisional ini biasanya dibunyikan ketika menjelang sahur. Beberapa warga akan berkeliling melewati jalan-jalan desa sambil memukul tong-tong untuk membangunkan warga agar tidak telat sahur.

Author: 

Orang Sumenep, Madura | http://www.fahrur.com | @demokrozi |

Related Posts

Leave a Reply

Buktikan kalau kamu adalah manusia! * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.