Berkenalan Dengan 3 Kampus yang Ada di Sampang

 Berita, Kampus, Sampang

Kabupaten Sampang adalah kabupaten yang diapit oleh kabupaten Bangkalan disebelah barat, Kabupaten Pamekasan disebelah timur, serta kabupaten Sumenep yang berada pada sisi yang paling timur dalam rangkaian kabupaten di Madura. Meskipun Kabupaten Sampang tidak dikenal sebagai kota pendidikan, tetapi di kabupaten Sampang ada beberapa kampus yang bagus dan keren loh.…

Politeknik Negeri Madura

 

Kampus yang pertama yaitu POLTERA singkatan dari Politeknik Negeri Madura. POLTERA ini merupakan satu – satunya kampus politeknik yang ada di Madura. berdirinya POLTERA ini diprakarsai oleh Yayasan Bina Sampang Mandiri (BSM). yang diketuai oleh Ir. Mohammad Syaifurrahman Noer atau lebih dikenal dengan sapaan Cipung. Beliau adalah putra dari H. Mohammad Noer (alm) mantan Gubernur Jawa timur. Hal ini disambut antusias oleh Bupati sampang saat itu. Selanjutnya yayasan BSM bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Sampang merealisasikan gagasan tersebut  dan sepakat memberi nama politeknik madura (POLTERA)

Pada tanggal 12 Mei 2012 kunjungan langsung Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Prof. Dr. Ir Mohammad Nuh, DEA. Ke POLTERA. Beliau memberikan respon yang luar biasa atas permohonan pendirian Politeknik Madura, bahkan beliau juga menyampaikan bahwa politeknik ini menjadi Politeknik Negeri Madura (POLTERA) dengan beberapa jurusan yaitu D3 Keperawatan, D3 Teknik Listrik Indusrti, D3 Teknik Mesin Alat Berat, D3 Teknik Bangunan Kapal.

Saat ini POLTERA telah mendapatkan dukungan dari pemerintah Kabupaten Sampang dan sudah menjalin kerjasama dengan industri – industri seperti : PT PAL Indonesia, PT Adiluhung Sarana Segara Indonesia (perkapalan), PT. Petrogas Wira Jatim, PT Energi Mega Persada Tbk, PT Sampang Sarana Shorebase (Perusahaan Migas), PT United Tractors (perusahaan alat berat), sedangkan kerjasama dibidang lainnya yakni bekerjasama dengan PT Petrokimia Gresik, PT Semen Gresik Tbk, PT Astra Group serta masih banyak  lagi.

STAINATA Sampang

 

Kampus yang kedua adalah STAINATA Sampang, Keberadaan serta sejarah program sarjana S1 dengan jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sampang dirintis oleh KH Muafi A. Zaini (Pengasuh Pondok Pesantren Nazhatut Thullab Prajjan Camplong Sampang) dengan mendirikan “Universitas Nazhatut Thullab” (UNAT) pada tahun 1987. Namun terkendala dengan perizinan yang mengharuskan 6 fakultas yang harus dimiliki untuk pendirian universitas. Sehingga pada tahun 1991 hanya 1 prodi saja yang disetujui yakni Pendidikan Agama Islam sehingga lahirlah STIT NAT  (Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nazhatut Thullab)

Pada tahun 2011 STIT NAT berubah status lagi menjadi STAI Nazhatut Thullab (STAI NATA) Sampang sesuai dengan keputusan Direktur Pendidikan Islam dan penambahan jurusan ekonomi syariah pada tahun 2012. Pada tahun 2014 menambah prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) pada jurusan Tarbiyah. Selain itu menambah jurusan dakwah dengan prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) dan sudah melalui proses visitasi Prodi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) tinggal menunggu ijin operasional dari Direktur  Jendral Pendidikan Tinggi Islam dari Kemenag RI. Kepemimpinan STAI NATA sampang telah mengalami delapan kali perubahan dan sekarang dipimpin KH. Moh. Thoyyib Madani, MA sejak 2009 hingga sekarang.

Akbid Graha Husada Sampang

Kampus ketiga adalah Akbid Graha Husada Sampang, merupakan Akademi swasta di Jawa Timur dan termasuk wilayah kopertis 7. yang memprioritaskan dibidang kesehatan dengan jurusan D3 kebidanan. Begitu banyak kegiatan – kegiatan serta aktivitas yang ada di Akbid Graha Husada Sampang ini.

Akbid Graha Husada Sampang juga memberikan kesempatan bagi alumninya untuk  magang. Kebutuhan tempat magang bagi mahasiwa lulusan bidan khususnya di Kabupaten Sampang memang menjadi suatu yang sulit. Hal ini dikarenakan semakin sedikit lahan magang yang tersedia bagi lulusan bidan yang ada di Kabupaten Sampang. Guna mempermudah lulusan melalui Rumah sakit Sukmawijaya natinya membuka kesempatan magang bagi alumni Akbid Graha Husada Sampang, karena untuk mendapatkan SIPB (Surat Ijin Praktek Bidan) mahasiswa lulusan kebidanan diharuskan magang selama 2 tahun dilembaga kesehatan seperti Puskesmas, Rumah sakit, Klinik, dan lain – lain.

Selain menyiapkan lahan untuk magang, Akbid GHS nantinya juga akan memberikan pekerjaan baru bagi yang memperoleh SIPB yang nantinya akan ditempatkan di desa – desa yang belum mempunyai Polindes sehingga tidak kesulitan mencari pekerjaan. Hal ini merupaan terobosan baru pendidikan tinggi di Madura yang mencetak calon bidan professional dan siap untuk memberikan kesempatan kerja bagi alumninya

Kedepannya, diharapkan semangat pemuda – pemudi Madura untuk antusias  dan dapat melanjutkan sekolahnya serta meng-upgrade ilmunya ke pendidikan tinggi, khususnya pendidikan tinggi yang ada di Madura, sebab ditangan pemuda tergenggam arah bangsa.

Related Posts

Leave a Reply