Beginilah Seharusnya Inovasi Layanan yang Diterapkan di Pulau Madura menuju ‘Smart Island’

 Bangkalan, Ide Masa Depan

02-02-2016-PULAU MADURA MENUJU SMART ISLAND PLAT-M COM

Kota Bangkalan sedang mempercantik diri. Pembenahan sedang dilakukan dimana-mana. Mulai dari perbaikan trotoar, penanaman bunga dan pohon di pematang jalan, hingga renovasi taman kota. Hal ini bak angin segar bagi warga kota Bangkalan. Karena jika dibandingkan dengan tiga kabupaten lainnya, Bangkalan memang terkesan ‘agak telat’ dalam pengembangan taman kotanya.

Bangkalan ingin berevolusi. Mungkin ini adalah ungkapan yang tepat.

Dan hal menarik dari evolusi ini adalah munculnya halte-halte unik di Bangkalan. Halte-halte ini memiliki bentuk melingkar dengan warna-warni yang cerah. Sekilas nampak seperti terowongan bermain yang biasa kita lihat di taman.

Di dalamnya terdapat besi panjang melintang untuk kita duduk. Benar-benar menarik untuk dipandang mata. Bolehlah dijadikan latar untuk berselfie ria. Asal jangan merusak lho ya.

Halte-halte ini tersebar di enam titik. Di Jl. Soekarno-Hatta (di depan SMA Negeri 2 Bangkalan), Jl. KH. Moch. Kholil (Alun-alun kota Bangkalan), Jl. Halim Perdana Kusuma (di depan Pasar Bangkalan), Jl. Pemuda Kaffa (di depan RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu), Jl. Raya Tunjung, dan Jl. Raya Burneh.

Meski ada pemberitaan miring tentang pembuatan halte ini, namun inovasi layanan publik ini patut diacungi jempol. Memang banyak yang mengatakan halte ini belum memberikan manfaat yang luas. Pemkab harus terus mengeluarkan inovasi-inovasi yang lain terkait pelayanan publik di Bangkalan.

Jika Pemkab Bangkalan ingin mengembangkan inovasi layanan publik, harus memperhatikan empat dimensi yang dikenalkan oleh Den Hertog (2000). Menurut Den Hertog (2000) di penelitian Durst, Mention & Poutananen (2014), empat dimensi inovasi layanan terdiri dari konsep, antarmuka, sistem penyampaian layanan, dan teknologi.

Konsep layanan bisa berdasarkan kebutuhan yang sedang mendesak di kabupaten Bangkalan. Salah satu contoh, di pertigaan STKIP dan Polres Bangkalan, ada baiknya jika di sana juga dibangun halte meningat di sana banyak sekali masyarakat yang menunggu bis ke arah Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Sehingga tidak ada lagi layanan yang tidak dipakai, atau penyediaan layanan yang sia-sia. Setiap layanan harus ada konsep berdasarkan kebutuhan dalam kota.

Antar muka layanan; desain dan filosofi layanan harus unik dan berbeda. Hal ini penting untuk menarik perhatian masyarakat. Keenam halte yang dibangun tersebut sudah unik, tinggal bagaimana mengembangkan dan merawatnya.

Sistem penyampaian layanan. Rasanya inovasi layanan akan percuma jika tidak disampaikan dengan baik. Manfaatkan segala media yang ada di Bangkalan untuk mempromosikan apa maksud dan tujuan dari inovasi layanan yang baru. Apa yang menarik, filosofi apa yang terkandung di dalamnya. Jika itu dikemas dengan baik, maka masyarakat akan banyak tahu dan menggunakan inovasi layanan yang dibuat. Inovasi akan percuma jika tidak digunakan. Media promosi bisa berupa poster, berita di koran, pamflet juga promosi bekerjasama dengan komunitas online.

Dimensi terakhir yang dikatakan Den Hertog (2010) adalah teknologi. Mungkin ini menjadi hal yang terberat bagi Bangkalan. Pemkab Bangkalan pasti mampu menyediakan teknologi yang tinggi, namun apakah masyarakat sudah membutuhkan. Itu perlu kajian yang mendalam lagi. Namun setidaknya, Pemkab harus mulai memberikan sentuhan teknologi di dalam setiap inovasi layanannya.

Bukan tidak mungkin, jika perlahan Pemkab Bangkalan atau seluruh Pemkab di Madura terus berinovasi, menggunakan empat dimensi pokok di atas, suatu saat bisa bersaing dengan Banyuwangi, Jember atau bahkan Bandung menjadi kota yang cerdas.

Sudah saatnya Madura menjadi smart island dengan sejuta potensi di dalamnya. Pasti bisa, suatu saat nanti. (Anam/Alam)

 

Referensi: 

Durst, S., Mention, A.-L., & Poutanen, P. (2014). Service innovation and its impact: What do we know about? Investigaciones Europeas de Dirección Y Economía de La Empresa, 21(2), 65–72. http://doi.org/10.1016/j.iedee.2014.07.003

Anam Nasrudin Choirul

Author: 

Seorang mahasiswa yang suka ngeblog

Related Posts

Leave a Reply

Buktikan kalau kamu adalah manusia! * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.