Barokah Uang Barokah | Karomah Syaikhona Kholil

 Bangkalan, Madura, Sejarah

Ilustrasi: uang koin

Seperti karomah-karomah Syaikhona Kholil sebelum-sebelumnya. Karomah beliau yang satu ini juga membuat decak kagum bagi saya dan pembaca buku Biografi dan Karomah Kiai Kholil ini. Dan menariknya lagi, cerita ini langsung disampaikan oleh orang yang berkaitan dengan Karomah Syaikhona Kholil itu sendiri. Yaitu KHR.As’ad Syamsul Arifin, yang merupakan murid Kiai Kholil yang kini menjadi Kiai di Asembagus.

Ketika Kiai As’ad masih menjadi murid Kiai Kholil, beliau disuruh mengantarkan tongkat ke Kiai Hasyim Asy’ari di Jombang. Kiai Kholil hanya memberikan bekal beberapa uang logam. Dan As’ad sepertinya sangat mempercayai bahwa pemberian gurunya tersebut mengandung barokah. Bahkan As’ad sampai berkata dalam batinnya, “kalau uang ini mengandung barokah, tentu tidak akan habis, bahkan bertambah”

Dan, subhanallah. Benar. Ketika As’ad akan menyeberang selat Madura, seseorang tiba-tiba mengajaknya naik ke kapal bersamanya secara cuma-cuma. Tentu saja tawaran yang baik itu diterima. Begitu juga saat setelah turun dari kapal, As’ad kembali ditawari naik kendaraan ke Jombang secara cuma-Cuma. Sekali lagi As’ad menerima tawaran ini dengan rasa syukur. As’ad yakin hal ini karena pengaruh uang barokah.

Uang tersebut sampai sekarang masih ada, disimpan dengan baik oleh Kiai As’ad sendiri. Sejak memiliki uang tersebut, As’ad tidak pernah kesulitan dalam memenuhi kebutuhannya, khususnya dalam pembangunan pesantren. Jika Kiai As’ad memerlukan sejumlah uang, maka uang logam pemberian Kiai Kholil diambil dan diajak bicara :

“Hei uang, panggil teman-temanmu, saya perlu uang”?, ucap Kiai As’ad sambil menepuk-nepuk uang logam dengan penuh keyakinan. Benar. Tidak begitu lama datanglah seseorang dengan membawa sekoper uang untuk diserahkan kepada Kiai As’ad. Beragam cara datangnya rizki melalui uang barokah tersebut. Bahkan dalam kesempatan lain, terkadang datang pada tengah malam, tiba-tiba sebuah sedan putih masuk ke pesantren dengan membawa sejumlah uang.

Kiai As’ad ketika menghadapi sejumlah uang yang datang, paling-paling menyambutnya dengan ucapan, “Selamat datang teman-temannya uang barokah, mana temanmu lagi?”,? ucap Kiai As’ad sambil tersenyum.

Subhanallah, barokah dari Kiai Kholil sangatlah luar biasa. Makna barokah-pun mengalirkan energi spiritual terhadap sesuatu..

sumber : Biografi dan Karomah Kiai Kholil Bangkalan

Author: 

Blogger asal Pare-Kediri yang kuliah di Fakultas Teknik Universitas Trunojoyo Madura dan bergabung dengan Nak-kanak Blogger Madura

Related Posts

2 Responses

  1. Ifan Iqbal12/07/2012 at 15:55Reply

    Subhanallah.. Maha Suci Allah Yang memberikan kemuliaan kepada siapa saja yang Dia kehendaki.
    Sejarah Islam di Madura ini harus terus disampaikan dari generasi ke generasi untuk dijadikan pelajaran. Jangan sampai kejadian nyata seperti yang disampaikan di atas ini hanya di anggap mitos belaka, padahal, Madura memang kaya dengan sejarah dan budaya Islamnya.
    Mator sakalangkong.

  2. Ifan Iqbal12/07/2012 at 15:48Reply

    Subhanallah.. Maha Suci Allah Yang memberikan kemuliaan kepada siapa saja yang Dia kehendaki.
    Sejarah Islam di Madura ini harus terus disampaikan dari generasi ke generasi untuk dijadikan pelajaran. Jangan sampai kejadian nyata seperti yang disampaikan di atas ini hanya di anggap mitos belaka, padahal, Madura memang kaya dengan sejarah dan budaya Islamnya.
    Mator sakalangkong..

Leave a Reply

Buktikan kalau kamu adalah manusia! * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.