4 Hal yang Sering Ditemui di Madura

 Berita

4 Hal yang Sering ditemui di Madura

Kyai

Kyai adalah tokoh yang sangat berpengaruh di Madura. Bahkan, seruan seorang Kyai lebih ampuh daripada seruan seorang pemimpin pemerintahan bagi orang Madura. Berikut ini adalah salah satu contoh betapa dihormatinya figur seorang kyai dalam kebudayaan Madura:

Di salah satu acara, kedatangan seorang kyai bernama Kyai Fakhri disambut gegap gempita. Penerima tamu semuanya memakai kaos loreng merah-putih khas Madura. Di tangan mereka terdapat obor yang menyala, lantunan sholawat menyeruak memenuhi ruang udara malam itu. Kyai Fakhri menjadi magnet dari proses penyambutan. Ia memakai jubah berwarna putih. Ia melempar senyuman kepada setiap orang. Kilatan cahaya kamera sesekali berbinar-binar. Begitu meriah. Itulah salah satu penghormatan warga Madura terhadap seorang Kyai.

Tambak Garam

Sebagaimana Pulau Madura tersohor sebagai pulau Garam. Tambak garam adalah tempat berton-ton garam itu dihasilkan. Berbeda dengan tambak pada biasanya, tambak garam hanya mampu menampung sedikit volume air laut, mungkin tidak sampai ketinggian 30 cm. Pada setiap petak tambak terdapat gundukan setinggi tumit orang dewasa sebagai pembatas. Ada hal lain yang membedakan tambak garam dengan tambak lainnya, yaitu adanya kincir kayu disetiap sudut petaknya. Kincir ini berguna untuk mengatur keluar masuknya volume air dari laut ke dalam tambak.

Tambak Garam biasanya terletak di daerah lapang, tanpa pohon sama sekali. Hal ini dikarenakan tambak garam memerlukan cahaya matahari untuk proses penguapan air laut. Ketika tiba masa panen, daerah lapang ini akan berubah seketika menjadi putih, bak tertutup salju. Salju asin yang biasa kita sebut garam.

Kerapan Sapi

Kerapan sapi merupakan salah satu perlombaan pacuan sapi yang berasal dari Pulau Madura. Pada perlombaan ini, sepasang sapi laki-laki dipacu, dan yang tercepat akan memenangkan perlombaan ini. Pada perlombaan ini sepasang sapi dikendalikan oleh seorang joki yang berdiri di atas sebuah kereta kayu. Kereta kayu tersebut digunakan untuk menggabungkan sapi agar berjalan searah. Bagaikan jet tempur, sang joki terus memerintahkan sapi berlari dengan kecepatan penuh hingga garis finish.

Tak hanya melalui peran sang joki saja, sapi-sapi ini bisa berlari semakin cepat dengan teriakan dan bunyi-bunyian yang terbuat dari kaleng dan benda lainnya. Benda ini dibunyikan oleh penonton dan para pemegang sapi pada garis start.

Karapan sapi biasanya di tempatkan di sebuah lapangan luas, dengan jarak sekitar 100 meter dari start hingga finis. Diapit pembatas pagar bambu di kanan kiri. Dipinggir pembatas biasanya sudah banyak penonton yang berkumpul untuk meneriaki para sapi agar melaju lebih kencang. Hal ini membuat perlombaan ini semakin seru untuk disaksikan.

Pelabuhan

Sebagai sebuah kepulauan, sangat gampang rasanya untuk menemukan sebuah pelabuhan di Madura. Mulai dari yang kokoh berbeton, hingga yang sederhana dari susunan bambu. Namun setiap pelabuhan pasti memiliki pesonanya sendiri. Jejeran kapal di sisi kanan kiri, udara dan suasana laut Madura yang khas, serta warna kapal yang kadang mencolok, memberikan pemandangan kontras eksotik antara laut dan pelabuhan itu sendiri. Pelabuhan-pelabuhanpun tersebar dari ujung barat hingga ujung timur.

Anam Nasrudin Choirul

Author: 

Seorang mahasiswa yang suka ngeblog

Related Posts

One Response

  1. Fakhruddin02/05/2016 at 22:45Reply

    Satu lagi yang sering ditemui di Madura, yaitu NU (Nahdlatul Ulama) 🙂 Duh kangen Madura.

Leave a Reply

Buktikan kalau kamu adalah manusia! * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.